Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas, Imbas Perang Iran vs Israel-AS?

Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas, Imbas Perang Iran vs Israel-AS?
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementarian Keuangan (Kemenkeu) membuka peluang pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis senilai Rp335 triliun di tahun ini.

Potensi pemangkasan anggaran MBG itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Jakarta, Jumat (6/3) lalu.

Menurutnya, anggaran untuk MBG berpeluang dipangkas jika harga minyak dunia meroket ke level US$ 92 per barel akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" BBM, Stok Aman?Anggaran Pendidikan Dipangkas MBG, Misbakhun: Tuduhan Terlalu Berlebihan

Bendahara Negara itu menuturkan bahwa, pemerintah telah melakukan stimulus risiko (stress test) terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia menyentuh US$ 92 per barel.

Lonjakan harga minyak dunia tersebut, kata dia, berpotensi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas batas aman, yakni sampai 3,6 persen PDB (Produk Domestik Bruto).

“Kita sudah exercise kalau harga minyak US$ 92 selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6 persen lebih tadi,” ujarnya, dikutip Senin (9/3/2026).

Kemudian, guna mencegah defisit melebar, pemeritah menyiapkan sejumlah langkah penyesuaian belanja negara. Salah satunya melalui efisiensi anggaran di sejumlah program, termasuk MBG.

“Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan dimana? Misalnya penghematan di MBG,” tegasnya.

Kendati begitu, Menkeu memastikan bahwa penghematan anggaran MBG tersebut tidak akan menyentuh pagu anggaran untuk fungsi utamanya. Yakni terkait pemberian makanan kepada siswa, ibu hamil hingga lansia.

Ia memastikan bahwa anggaran yang akan menjadi objek penghematan jika kenaikan harga minyak dunia terjadi, adalah anggaran pengadaan barang.

Baca Juga:Stok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?Konflik Timur Tengah Kian Memanas, UMKM Perlu Waspadai Ini

“Yang jelas MBG programnya bagus tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Yang lain-lain misalnya beli motor, seluruh SPPG-nya diganti motornya, mereka senang saya rugi. Terus misalnya lagi beli komputer seluruh SPPG dikasih komputer,” tegasnya.

Selain anggaran MBG yang akan dihemat bila terjadi pembengkakan defisit APBN, Purbaya mengaku juga akan memangkas anggaran proyek infrastruktur yang bisa dikerjakan tahun jamak.

“Misalnya lagi Kementerian PU. Mungkin ada belanja-belanja yang bisa digeser ke tahun depan. Macam-macam program yang mereka punya kan, jembatan, ada sekolah,” ujar Purbaya.

0 Komentar