Menkop Ferry Soroti Ekspansi Ritel Modern ke Desa, Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kiri).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kiri)/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meluruskan pernyataannya terkait ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Menurutnya, yang dimaksud bukan menghentikan operasional ritel modern, melainkan membatasi ekspansi baru hingga ke wilayah desa.

Ia menjelaskan, pemerintah tetap mengapresiasi keberadaan ritel modern yang telah berkontribusi membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan

“Kami sampaikan terima kasih karena sudah membuka lapangan kerja. Tetapi, jangan masuk ke desa, ” katanya dalam acara Persis Ramadan Expo di Bandung, Jumat (6/3).

Ferry menilai, ekspansi ritel modern perlu diatur lebih jelas, terutama karena pemerintah saat ini tengah mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.

“Kami tidak mau berhadapan dengan ritel modern, tapi ritel modern yang ada ini juga harus tahu diri. Tidak boleh kemudian ekspansi terlalu jauh sampai ke desa-desa,” jelasnya.

Menurut Ferry, expansi yang terlalu jauh itulah yang perlu diatur. “Izinnya pun kalau perlu juga harus dikaji lebih jauh lagi karena itu ada aturan, tidak boleh kurang dari 500 meter persegi dari pasar tradisional. Tapi kan faktanya banyak yang tidak demikian, ” jelasnya.

Bagi Ferry, kolaborasi lintas sektoral itu penting. Namun arena bisnis juga harus diatur agar adil. “Kalau koperasi desa yang melaksanakan kegiatan ritel secara modern keuntungannya akan kembali ke desa. Tapi kalau yang itu (ritel modern lain.red) kan masuk ke dompet pemilik ritel, ” katanya.

Dalam waktu dekat Ferry juga bakal bertemu dengan salah satu pimpinan ritel modern ternama itu. Mudah mudahan ada jalan tengah yang baik.

Di kesempatan itu, Ferry juga menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga terus berproses. Setidaknya sudah 1.100 an yang berdiri punya gerai. (son)

0 Komentar