MBG Rampas Anggaran Pendidikan, Ini Respon Pemerintah!

Ilustrasi: Pelajar SD sedang menyantap menu MBG saat di sekolah sebelum bulan Ramadan. Foto: Dimas Rachmatsyah
Ilustrasi: Pelajar SD sedang menyantap menu MBG saat di sekolah sebelum bulan Ramadan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam beberapa waktu terakhir program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan dengan narasi bawa anggaran program tersebut menggunakan dana pendidikan.

Tuduhan ini pun terdengar semakin kuat, namun setelah membuka dokumen APBN dan membaca strukturnya secara rasional menjadi cerita yang berbeda.

Apabila di lihat dari fakta paling mendasar, anggaran pendidikan tidak turun, justru mengalami kenaikan dari Rp655 triliun pada 2024 menjadi Rp724,3 triliun pada 2025.

Baca Juga:Satgas MBG Bandung Barat Selidiki Dugaan Menu Tak Sesuai JuknisPercepat Realisasi Program MBG, Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan 700 Dapur SPPG

Anggaran ini pun direncanakan mencapai Rp757,8 triliun pada 2026. Selama 2024-2026 anggaran pendidikan tumbuh rata-rata sekitar 6,8 persen per tahun.

Dalam hal ini, pemerintah menegashkan bahwa MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria dilansir dari ANTARA, Jumat (6/3/2026) menjelaskan, anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai Rp769,8 triliun anggaran, yang di dalamnya terdapat komponen alokasi anggaran sebesar Rp223,5 triliun untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mengelola program MBG.

“Gizi itu fondasi belajar. Jadi, MBG ini bukan mengurangi pendidikan, melainkan justru memastikan anggaran pendidikan yang besar tidak menjadi sia-sia karena siswa siap untuk belajar,” kata Hariqo

Ia juga menegaskan, MBG justru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan karena gizi merupakan fondasi bagi proses belajar siswa.

Selain itu, menurutnya, berbagai program pendidikan lain tidak mengalami pengurangan anggaran, bahkan beberapa diantaranya meningkat seperti tunjangan guru dan bantuan pendidikan.

“Dokumen yang disebarkan itu menunjukkan klasifikasi fungsi anggaran atau komponen anggaran pendidikan, bukan pemotongan anggaran pendidikan. Jadi, yang keliru bukan APBN nya, tetapi cara membacanya, karena MBG dan pendidikan itu adalah sebuah kesatuan, dan anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama-sama oleh pemerintah dan DPR RI,” paparnya.

Baca Juga:Jejak Keracunan dan Aroma Amis Anggaran Dapur MBG Kota Cimahi!Menu MBG Kab. Bogor Dikritik, Anggaran Gede Isinya Cuma Telur Rebus dan Keripik Tempe?

Hariqo mengatakan, program MBG menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, mengingat data yang dihimpun pemerintah menunjukkan 96 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah, 66 persen anak memiliki pola makan buruk, serta 65 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

“Selain itu, 32 persen remaja putri mengalami anemia dan 21 persen balita mengalami stunting,” ujar dia.

0 Komentar