JABAR EKSPRES – Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di Kota Cimahi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, geliat tersebut belum sepenuhnya ditopang oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Minimnya lapangan sepak bola menjadi tantangan utama yang masih dihadapi dalam upaya pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di daerah tersebut.
Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah lama bagi Pemerintah Kota Cimahi, terlebih setelah hilangnya Stadion Krida yang sebelumnya menjadi ikon sepak bola Cimahi dan kini beralih fungsi menjadi Cimahi Techno Park.
Baca Juga:Lewat Eksepsi, Kuasa Hukum Resbob Nilai Dakwaan JPU Cacat FormilBULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di Sumedang
Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap dituntut mencari solusi agar ekosistem sepak bola lokal tidak stagnan.
Ketua Harian Askot PSSI Cimahi, Barkah Setiawan menegaskan bahwa persoalan sarana dan prasarana menjadi fokus utama yang terus didorong pihaknya kepada pemerintah daerah.
Menurut Barkah, penyediaan lapangan sepak bola merupakan kewenangan pemerintah yang harus dimaksimalkan demi kepentingan pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi prestasi.
Termasuk misalnya Lapang Pora juga yang perlu dimaksimalkan, karena banyak aset juga yang hari ini kan tidak dioptimalkan, harusnya dioptimalkan. Lapang Pora gitu kan, di Utama nanti ada pengganti Sangkuriang terus Cibaligo. Nah itu tinggal dioptimalkan saja bagaimana caranya menumbuhkan benih-benih persepakbolaan yang ada di Kota Cimahi,” ujar Barkah saat ditemui Jabar Ekspres di lingkungan Pemkot Cimahi, Kamis (5/3/2026).
Barkah menyebutkan, pada prinsipnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan institusi TNI, memungkinkan untuk dilakukan. Namun, ia menilai optimalisasi aset milik pemerintah seharusnya menjadi prioritas utama sebelum mencari alternatif lain.
“Karena kenapa? Ya karena kewajiban pemerintahan juga untuk membesarkan PSSI yang di Kota Cimahi. Karena nanti kalau menang itu kan bukan nama saya yang muncul, bukan PSSI-nya, tapi Kota Cimahinya nanti yang muncul,” tegas Barkah.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, Barkah tetap optimistis terhadap kesiapan Cimahi dalam memajukan sepak bola daerah. Ia mencontohkan pengalaman saat mendampingi tim sepak bola perempuan Cimahi yang sebelumnya belum pernah lolos seleksi, namun kini berhasil menembus ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
