Hilang Usai Sahur, Lansia Pikun di Ciamis Ditemukan Tewas di Sungai

Ilustrasi lansia ditemukan tewas/Foto: Istimewa
Ilustrasi lansia ditemukan tewas/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang kakek berusia 85 tahun, warga Dusun Sukahurip, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, ditemukan meninggal dunia di Sungai Ciputrahaji, Kamis (5/3/2026) siang. Korban yang bernama Rosikin diketahui memiliki riwayat pikun dan dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak dini hari.

Peristiwa ini berawal setelah keluarga melaksanakan sahur. Saat itu, Rosikin masih terlihat berada di dalam rumah. Namun ketika matahari mulai terbit, keluarga justru tidak menemukan keberadaan korban. Kekhawatiran pun muncul karena mengingat kondisi fisik korban yang sudah rentan dan mudah lupa.

“Korban terakhir berada di rumah setelah sahur. Namun kemudian tidak terlihat lagi, sehingga keluarga melaporkan kehilangan,” kata Kepala Dusun Sukahurip, Akmal dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB

Mengetahui hal tersebut, warga bersama keluarga langsung bergerak melakukan pencarian sejak pukul 06.00 WIB. Area pencarian menyisir lingkungan sekitar rumah hingga ke pinggiran Sungai Ciputrahaji yang berjarak tidak terlalu jauh dari pemukiman.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pencarian membuahkan hasil. Namun hasil yang didapatkan bukanlah kabar baik. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan terapung di sungai. Warga yang menemukan langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya pulang ke rumah duka.

Kepala Dusun Akmal menjelaskan, dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Kondisinya yang sudah lanjut usia membuatnya tidak mampu berenang atau menyelamatkan diri.

“Karena usianya sudah lanjut, kemungkinan korban tidak bisa menyelamatkan diri. Sehingga meninggal dunia dalam kondisi mengambang di sungai,” jelas Akmal.

Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian sektor Banjarsari. Petugas yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung melakukan olah tempat untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan tidak ada tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Meski petugas hadir, pihak keluarga menyatakan ikhlas atas kejadian ini. Mereka menganggap peristiwa yang menimpa Rosikin adalah musibah dan takdir yang harus diterima. Keluarga juga menolak jika jenazah harus menjalani proses autopsi atau pemeriksaan lebih lanjut secara medis.

“Keluarga sepakat bahwa ini merupakan musibah dan takdir dari Allah SWT, sehingga tidak ingin melanjutkan ke proses hukum,” pungkasnya. (CEP)

0 Komentar