JABAR EKSPRES – Peristiwa angin puting beliung telah melanda pemukiman warga di wilayah Desa Cimuja, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang pada Rabu, 4 Maret 2026.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.45 WIB, terjadi bencana angin puting beliung di Desa Cimuja, Kecamatan Cimalaka,” katanya, Rabu (4/3).
Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB
Bambang menjelaskan, hasil dari laporan sementara pihaknya mencatat, bencana melanda itu terjadi diawali oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
“Akibat dari hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang di wilayah Desa Cimuja, Kecamatan Cimalaka, menyebabkan beberapa rumah warga masyarakat rusak,” terangnya.
Bambang mengungkapkan, akibat peristiwa bencana angin puting beliung yang melanda pemukiman warga di Desa Cimuja itu, sedikitnya 7 bangunan mengalami kerusakan.
Beruntung, bencana angin puting beliung disertai guyuran hujan dengan intensitas tinggi itu tidak sampai memakan korban luka ataupun jiwa.
“Ada 6 rumah atap atau gentengnya rusak dan 1 bangunan Pesantren Almustanir Khoirul Huda kondisinya rusak ringan. Kerugian materi sementara Rp15 juta,” ungkapnya.
“Untuk upaya yang dilakukan, kami melaksanakan asesment bersama Pemerintahan Desa Cimuja, Babinsa Desa Cimuja, dan dari Pihak Kapolsek Cimalaka. Kemudian memperbaiki genteng rumah warga masyarakat secara gotong royong,” tukas Bambang.
Diketahui, pada siang hari tadi sekira pukul 13.30 hingga 14.00 WIB, sejumlah daerah termasuk wilayah Kabupaten Sumedang diterjang hujan deras dan angin kencang.
Baca Juga:Bupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek 'Anggeus Tapi Teu Anggeus'Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Tasikmalaya, Diduga Dilakukan Ketua KDMP
Melalui pantauan Jabar Ekspres di ruas Jalan Cadas Pangeran wilayah Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, terlihat hujan mengguyur sangat deras dan angin bertiup cukup kencang, sehingga membatasi jarak pandang sekira pukul 13.30 WIB.
Arus lalu lintas di ruas Jalan Cadas Pangeran terpantau lengang. Truk besar melaju pelan, sedangkan beberapa kendaraan roda dua terlihat melintas dengan pengemudi mengenakan jas hujan.
Sementara itu, terkait angin kencang, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu memaparkan, pihaknya juga memantau pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
“Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca, berupa: Hujan sedang hingga lebat di sertai angin kencang wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali,” paparnya.
