Sebagai bentuk komitmen tersebut, ITB menghadirkan tiga beasiswa pascasarjana khusus bagi wartawan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi jurnalis, terutama di bidang bisnis dan manajemen, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi insan media.
Lebih dari sekadar menempuh studi, penerima beasiswa juga diharapkan berkontribusi dalam penulisan studi kasus, buku, maupun produk jurnalistik berbasis pengetahuan. Dengan demikian, proses akademik dapat terhubung langsung dengan praktik jurnalistik di lapangan.
“Program ini kami rancang sebagai upaya peningkatan kapasitas jurnalis secara multidisiplin,” ujar Nurlaela.
Baca Juga:Resmi Dibuka! The Edit TSM Bandung Hadirkan 22 Desainer Ternama, Jadi Surga Fashion Muslim Jelang LebaranSEGERA Cek Rekening, 4 Bansos ini Sudah Cair Maret ini
Beasiswa ini terbuka bagi wartawan berusia maksimal 45 tahun, memiliki prestasi akademik yang baik, serta bersedia menyelesaikan studi maksimal 18 bulan sesuai standar akademik ITB. Tahapan seleksi meliputi administrasi, seleksi akademik, hingga wawancara dan diskusi kelompok terarah (FGD).
Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya jurnalis dengan perspektif yang lebih komprehensif, analitis, dan berbasis data, terutama dalam meliput isu ekonomi, bisnis, inovasi, serta kebijakan publik.
Perluas Ruang Dialog dan Apresiasi
Selain pengumuman beasiswa, agenda tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan kampus dan insan media. ITB memberikan apresiasi kepada media mitra atas kontribusi pemberitaan yang konstruktif dan informatif selama ini.
Nurlaela mengungkapkan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan peran bersama dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan publik.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berdiri sendiri dalam menyampaikan capaian riset, inovasi, maupun kontribusi sosial tanpa dukungan media yang profesional dan berintegritas.
Melalui peluncuran beasiswa dan penguatan kolaborasi ini, ITB berharap hubungan kampus dan media berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang. Tidak hanya sebatas pemberitaan seremonial, tetapi kolaborasi yang mampu memperluas dampak tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat, industri, dan pemerintah.
Dengan langkah tersebut, ITB tak hanya membangun reputasi akademik, tetapi juga memperkuat jembatan pengetahuan antara kampus dan publik melalui peran vital insan pers. (*/a1)
