Dari Geng Motor ke Pendiri Masjid: Perjuangan Saepul Rohmat Bangun Masjid Hijrah BJTB di Bawah Tol Buah Batu

Dari Geng Motor ke Pendiri Masjid: Perjuangan Saepul Rohmat Bangun Masjid Hijrah BJTB di Bawah Tol Buah Batu
Warga dan pengemudi ojol saat melaksanakan ibadah di Masjid Hijrah BJTB (Bawah Jembatan Tol Buah Batu). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

Ia mengaku sempat memanggil rekan-rekannya hingga ratusan motor datang untuk berjaga. Ketegangan memuncak ketika enam orang mendatangi masjid pada waktu subuh.

“Waktu itu saya bilang, ‘Di dieu weh, Kang. Da urang mah maot oge jihad.’ Tapi mereka juga enggak berani naik ke atas. Mungkin sadar ini tempat ibadah,” kenangnya.

Konflik akhirnya mereda setelah terjadi kesepakatan. Saepul mengakui, ada kompensasi finansial yang harus dikeluarkan agar pembangunan bisa terus berjalan.

Baca Juga:Mendag Fokus Siapkan Strategi Hadapi Konflik Iran, Jaga Daya Beli dan EksporĀ Inflasi Ramadhan Jadi Pola Tahunan, BPS Catat Lonjakan Harga Konsisten dalam 5 Tahun

Bantuan dari sejumlah pihak pun datang, mulai dari Rp40 juta hingga Rp100 juta. Bahkan, seorang dermawan dari Tasikmalaya bernama Momon membantu pembebasan lahan dengan dana Rp30 juta dari kebutuhan Rp90 juta.

Berhadapan dengan Otoritas

Tak hanya berkonflik dengan preman, Saepul juga harus menghadapi teguran dari pihak pengelola tol dan aparat setempat karena masjid berdiri di bawah jembatan tol.

Ia pernah dipanggil dan diperingatkan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki izin tertulis. Namun Saepul berdalih, dahulu saat lokasi tersebut kumuh dan penuh aktivitas negatif, tidak ada penertiban.

“Saya bilang, kenapa dulu waktu banyak tempat maksiat tidak ditertibkan, sekarang masjid ditertibkan?” katanya.

Meski diminta tidak menutup atap sepenuhnya dengan alasan keamanan dan pengawasan, ia memilih melanjutkan pembangunan secara bertahap. Baginya, yang terpenting adalah fungsi sosialnya.

Saepul mengungkapkan, situasi mulai kondusif setelah Lebaran 2024. Preman terkuat yang kerap berseteru dengannya meninggal dunia, dan ketegangan perlahan mereda.

“Setelah Lebaran 2024 mulai adem. Dulu stresnya tinggi sekali. Saya sampai berpikir macam-macam. Tapi ibu saya selalu bilang, ‘Nanaonan sih? Nyieun masjid ini.’ Itu yang bikin saya tenang,” ujarnya.

Baca Juga:Bahlil Tegaskan Impor Energi dari AS hanya Pengalihan Pemasok, Bukan Penambahan VolumeJaga Daya Beli Masyarakat, Dirut Bulog Lakukan Pengawasan Rutin Harga Pangan Selama Ramadan

Ia menyadari dirinya bukan lulusan pesantren, sehingga dalam mengelola masjid ia menggandeng ustaz untuk memperkuat dasar keilmuan dan menjawab berbagai pertanyaan keagamaan jamaah.

Terbuka 24 Jam, Fasilitas Gratis untuk Ojol

Sejak awal, Masjid Hijrah BJTB dirancang terbuka 24 jam. Saepul menyediakan air minum, tempat pengisian daya, hingga parkir gratis, terutama bagi pengemudi ojek online.

“Alhamdulillah, dari mulai berdiri sampai sekarang belum pernah ada motor hilang. Mudah-mudahan jangan,” katanya.

0 Komentar