Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel: Rupiah Melemah, BBM Terancam Langka

Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel: Rupiah Melemah, BBM Terancam Langka
Ilustrasi rupiah melemah hingga BBM terancam langka akibat konflik Iran dengan AS-Israel. FOTO: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kian memanas. Itu berdampak terhadap ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah pada Senin (2/3/2026) diproyeksikan bergerak melemah di kisaran Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS, imbas penyerangan yang digencarkan AS-Israel ke Iran.

Menurutnya, itu disebabkan adanya kecenderungan pelaku pasar untuk menghindari aset berisiko, sehingga memilih untuk memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Baca Juga:Konflik AS-Israel dengan Iran Memanas, Sejumlah Penerbangan Internasional DibatalkanRI Bakal Beli 50 Unit Pesawat Boeing, Bagian dari Kesepakatan Dagang dengan AS!

“Rupiah diperkirakan akan melemah dan bergerak volatile terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timur Tengah,” ujarnya, dikutip Senin.

Adapun nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.829 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.787 per dolar AS.

Di sisi lain, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK menilai bahwa, konflik Iran dengan AS-Israel juga berpotensi mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

“Tentu harga minyak naik. Pasti, itu pertama,” ujarnya, Minggu.

JK menuturkan bahwa akan ada kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut, dan itu sangat memengaruhi pasokan BBM Indonesia. Mengingat akses impor minyak dari Timur Tengah yang melewati Iran terputus.

“Ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi, ekonomi kita akan terkena di situ,” kata dia.

Ia menjelaskan suplai tersebut kemungkinan berhenti karena Iran turut menyerang Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.

“Efeknya ke negara itu. Nah itu yang akan terjadi semua. Satu hari ini kelihatan belum terasa, tetapi satu minggu akan terasa,” cetusnya.

Baca Juga:Green Force Run 2026 Hadir Lagi, Kampanye “Lebih dari Lari” sebagai Perayaan HUT Surabaya dan PersebayaIsu PHK Pabrik Mie Sedaap, Ini Kata Kemenperin

Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah RI agar berhati-hati karena bila serangan terhadap Iran terus berlangsung hingga sebulan ke depan, maka berdampak pada stok BBM di Indonesia.

“Rata-rata persediaan kita tiga minggu. Jadi, setelah itu mungkin masih ada di Singapura. Akan tetapi, suplai dari Saudi, Iran, ataupun Kuwait itu sekarang pasti terputus,” pungkasnya.

0 Komentar