JABAR EKSPRES – Gerhana Bulan Total merupakan salah satu fenomena astronomi yang paling menakjubkan dan dinantikan oleh para pengamat langit di seluruh dunia.
Peristiwa ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan terhalang sepenuhnya oleh bayangan Bumi.
Akibatnya, Bulan tampak gelap dan sering berubah warna menjadi kemerahan yang dikenal sebagai “Blood Moon” atau Bulan Merah.
Baca Juga:5 Manfaat Kolang Kaling untuk Tubuh Saat Bulan Puasa, Bantu Tetap Bugar SeharianGerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Jam Berapa? Ini Waktunya
Fenomena ini tidak hanya indah untuk disaksikan, tetapi juga menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Berikut ulasan lengkap fakta menarik tentang gerhana Bulan total yang perlu kamu ketahui.
Fakta Menarik Gerhana Bulan Total
1. Terjadi Saat Fase Purnama
Salah satu fakta paling mendasar tentang gerhana Bulan total adalah bahwa peristiwa ini hanya bisa terjadi saat fase Bulan purnama.
Pada fase ini, posisi Bulan berada di sisi berlawanan dengan Matahari dan Bumi. Ketika ketiganya sejajar sempurna, bayangan Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan sehingga terjadilah gerhana total.
Namun, tidak setiap Bulan purnama akan mengalami gerhana. Hal ini karena orbit Bulan sedikit miring terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari, sehingga keselarasan sempurna jarang terjadi.
2. Bulan Tidak Benar-Benar Hilang
Banyak orang mengira Bulan akan benar-benar menghilang saat gerhana total. Faktanya, Bulan tetap terlihat meskipun tertutup bayangan Bumi. Yang berubah hanyalah warnanya yang menjadi merah, jingga, atau kecokelatan.
Warna tersebut muncul karena cahaya Matahari dibiaskan oleh atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.
Atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dan membiarkan cahaya merah tetap mencapai Bulan, sehingga menciptakan efek warna dramatis yang khas.
Baca Juga:
3. Dijuluki “Blood Moon”
Gerhana Bulan total sering disebut sebagai Blood Moon atau Bulan Merah karena warna kemerahan yang muncul selama fase totalitas.
Warna ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi atmosfer Bumi saat itu, seperti polusi, debu, atau partikel vulkanik di udara.
Semakin banyak partikel di atmosfer, semakin gelap dan merah warna Bulan yang terlihat. Inilah sebabnya setiap gerhana Bulan total memiliki tampilan yang unik dan tidak pernah sama.
