Urai Kemacetan, Bandung Butuh Enam Flyover dan Tiga Jembatan Baru

Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Layang Nurtanio, Kota Bandung, Rabu (28/1)
Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Layang Nurtanio, Kota Bandung, Rabu (28/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan strategi besar untuk mengurai kemacetan yang kian kompleks. Selain penataan transportasi publik dan optimalisasi teknologi lalu lintas, pembangunan infrastruktur fisik menjadi fokus utama, termasuk rencana pembangunan enam flyover tambahan dan tiga jembatan konektivitas baru di kawasan timur kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kebutuhan tersebut mendesak, terutama pada titik lintasan rel kereta api dan kawasan pengembangan baru seperti Gedebage dan Tegalluar.

“Masih dibutuhkan enam fly over tambahan di lintasan kereta api serta tiga jembatan konektivitas di sekitar Stasiun KCIC Tegalluar dan wilayah Gedebage,” ujar Farhan, Minggu (22/2).

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

Menurutnya, pembangunan tersebut bukan perkara sederhana. Prosesnya membutuhkan koordinasi lintas kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

“Tidak mudahnya karena pengadaannya harus betul-betul perencanaan yang sangat baik karena melibatkan tiga organisasi besar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” tegasnya.

Kemacetan di Bandung selama ini banyak dipicu oleh perlintasan sebidang kereta api yang kerap menahan arus kendaraan cukup lama. Di jam sibuk, antrean kendaraan bisa mengular ratusan meter, terutama di koridor timur dan selatan kota.

Kawasan Gedebage sendiri kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru, ditandai dengan hadirnya fasilitas olahraga, kawasan komersial, hingga akses menuju Stasiun Kereta Cepat di Tegalluar. Peningkatan aktivitas tersebut berdampak langsung pada lonjakan volume kendaraan.

Farhan menilai, tanpa intervensi infrastruktur yang memadai, potensi kemacetan di kawasan tersebut akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan.

Meski menekankan pentingnya pembangunan flyover dan jembatan, Pemkot Bandung tidak hanya mengandalkan pendekatan pelebaran kapasitas jalan. Pemerintah juga tengah mengoptimalkan sistem pengaturan lalu lintas berbasis teknologi melalui pengembangan Automatic Traffic Control System (ATCS).

Sistem ini dirancang untuk mengatur siklus lampu lalu lintas secara adaptif sesuai kondisi riil di lapangan. Dengan sistem berbasis data dan pemantauan CCTV, pengaturan arus kendaraan diharapkan lebih responsif dan efisien.

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Selain itu, Pemkot juga mendorong penguatan transportasi massal sebagai solusi jangka panjang. Rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT), integrasi angkutan kota sebagai feeder, serta konektivitas dengan transportasi antarkota menjadi bagian dari strategi besar pengurangan ketergantungan kendaraan pribadi. (Dam)

0 Komentar