JABAR EKSPRES – Menyambut bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang istimewa. Umat Islam di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Selain memperbanyak doa dan istigfar, sebagian masyarakat juga melakukan tradisi mandi sebelum Ramadan yang dikenal dengan sebutan padusan.
Tradisi ini masih lestari, khususnya di wilayah Jawa, dan menjadi simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan. Tak sedikit pula yang mencari tahu niat mandi puasa Ramadan agar ibadah sejak hari pertama terasa lebih mantap dan bernilai pahala.
Secara bahasa, padusan berasal dari kata “adus” dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum Ramadan dengan cara berendam atau mandi di sumber mata air, sendang, atau pemandian alami.
Beberapa lokasi yang dikenal sebagai tempat padusan antara lain:
Baca Juga:Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile 18 Februari 2026, Klaim Pemain Spesial dan Gems GratisLink Twibbon Hari Valentine 2026 Desain Terbaru Bisa Diunduh Gratis
- Umbul Pajangan di Kaliurang
- Sendang Klangkapan di Sleman
- Umbul Manten di Klaten
- Pemandian Air Panas Guci di Tegal
Masyarakat sekitar Bogor dan Jakarta juga kerap mengunjungi kawasan Gunung Pancar, Sentul untuk menikmati pemandian air panas alami menjelang Ramadan.
Secara budaya, padusan memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci. Namun dalam perspektif fikih Islam, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan mandi sunnah sebelum Ramadan.
Artinya, padusan bukanlah syarat sah puasa. Meski begitu, menjaga kebersihan sangat dianjurkan dalam Islam karena kebersihan adalah bagian dari iman.
Yang wajib dilakukan adalah mandi besar apabila seseorang berada dalam keadaan hadas besar, seperti junub atau setelah haid.
Dalam Islam, niat menjadi pembeda antara kebiasaan dan ibadah. Oleh karena itu, memahami niat mandi sebelum Ramadan penting agar aktivitas tersebut bernilai ibadah.
1. Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadan
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu ghusla lidukhuli romadhona sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk memasuki bulan Ramadan, sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Mandi Wajib (Menghilangkan Hadas Besar)
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadasil akbari fardlan lillaahi ta’aalaa.
