Jelang Ramadan, Pedagang Daging di Pasar Cibinong Banjir Keluhan soal Harga

Ilustrasi pedagang daging di Pasar Cibinong
Ilustrasi pedagang daging di Pasar Cibinong. Foto: Regi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang bulan Ramadan, sejumlah pedagang daging di Pasar Cibinong mulai menerima keluhan dari konsumen akibat kenaikan harga.

Salah seorang pedagang, Wasir (35), mengungkapkan bahwa setiap kali harga daging naik, pembeli tetap datang, namun hampir selalu disertai keluhan.

“Konsumen tetap ada. Cuma sering ngeluh, belum apa-apa udah naik. Ya emang dari sana naik, kita mau gimana,” jelas Wasir di Pasar Cibinong, pada Selasa (17/2/2026).

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Ia menjelaskan, kenaikan harga berasal dari rumah pemotongan hewan (RPH) atau tempat penjagalan, tempat dirinya mengambil pasokan daging. Sebagai pedagang, ia hanya bisa menyesuaikan harga jual dan menerima keluhan dari konsumen.

Menurut Wasir, kenaikan harga terutama diberlakukan kepada pelanggan tetap yang membeli dalam jumlah besar, seperti pedagang bakso. Meski demikian, ia mengaku kondisi ini cukup memberatkan.

Wasir berharap harga daging segera kembali normal atau bahkan turun, karena lonjakan harga saat ini membuat margin keuntungannya semakin menipis.

“Mudah-mudahan saja bisa turun lagi. Sekarang ini sudah berat sekali. Dulu sebelum naik, keuntungannya lumayan. Sekarang masih ada untung, tapi tipis,” tuturnya.

Harga Naik Rp5.000 per Kilogram

Saat ini, Wasir menjual daging sapi seharga Rp140.000 per kilogram. Ia mengaku masih memperoleh keuntungan, meski sangat minim.

“Masih ada untung, tapi kecil,” katanya.

Harga tersebut naik Rp5.000 dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru yang berada di angka Rp135.000 per kilogram.

“Waktu itu 135 ribu, sekarang 140 ribu,” jelasnya.

Bahkan sebelumnya, Wasir sempat menjual daging di kisaran Rp125.000 hingga Rp130.000 per kilogram saat harga dari rumah potong masih relatif rendah. Menurutnya, harga Rp125.000 per kilogram merupakan harga yang paling ideal bagi pedagang maupun konsumen.

Baca Juga:Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg KeduaStrategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden 

“Sebelum naik, sempat di 125 sampai 130 ribu karena dari jagal juga masih rendah. Sekarang sudah beberapa kali naik,” pungkasnya.

0 Komentar