Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di China

Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di China
Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di China
0 Komentar

Oleh: Mochamad Rona Anggie

Pemanjatan Rute Xiao Xue Tang dan Mojiefeng/Adhi Ahmad Muladia

Kalender petualangan anak negeri tahun ini dibuka dengan pemanjatan air terjun es (ice waterfall) di Lembah Shuangqiao, pegunungan Siguniang, Chengdu, Provinsi Sichuan, China.

Tim dari Indonesia Big Wall Expedition (Ibex) menjadi yang pertama dari tanah air dalam upaya merayapi tebing es dengan elevasi 3.550-3.650 mdpl, dan panjang jalur pemanjatan 30-500 meter.

Dua atlet Ibex: Asep Tatang Taryana (ice climber) dan Izzudin Azzam Witsqo (climber) mengerahkan kemampuan terbaik demi mengibarkan Merah Putih di titik-titik tertinggi air terjun beku, yang memiliki tingkat kesulitan M10, WI4+, dan WI5. Mereka dibersamai fotografer / videografer, Adhi Ahmad Muladia.

Baca Juga:BEI Klaim "Free Float" 15 Persen Cegah Manipulasi Harga, Ini Penjelasannya!Jaga Defisit Anggaran 2026, Purbaya: Ketika Ekonomi Jatuh, Pemerintah Harus Memberi Stimulus

Lembah Shuangqiao dikenal memiliki puluhan air terjun beku, mulai rute pemula (turis) sampai level dunia yang sangat rumit (M8-M11, WI6), termasuk jalur pemanjatan es dan tebing sekaligus (mixed climbing).

Tim aklimatisasi di base camp Gunung Siguniang/Asrobudi

Pembina Ekspedisi Merah Putih Ice Climbing Lembah Shuangqiao China 2026, Mayjen TNI (Purn) Asrobudi menjelaskan, perjalanan dan aktivitas pemanjatan berlangsung 3-14 Februari. Tim menargetkan bisa menjelajahi rute-rute kelas wahid seperti air terjun beku Dayang Tianwan, Xuebeng Kou (Avalanche Pass), Piaoliu Rukou (Rastafarice), dan Chi Bang (Jesus Shroud).

“Desember-Februari adalah musim terbaik pemanjatan ice waterfalls di Lembah Shuangqiao. Kondisi es optimal, suhu minus 15 derajat Celcius,” kata Asro lewat pesan singkat kepada penulis, Kamis (5/2/2026).

Ekspedisi ini menegaskan ketangguhan penjelajah Indonesia di panggung internasional, sekaligus menjadikannya diplomasi alpinisme serta studi ekosistem beku, yang sangat berharga bagi petualang Nusantara lainnya.

“Fakta perubahan iklim global, tentu bisa dipelajari dari dekat di pegunungan Siguniang, China. Bagaimana dampaknya bagi negeri tropis dan masyarakat pesisir kita. Ekspedisi ini sarat tantangan dan tambahan wawasan global,” tutur Asro penuh semangat.

Saya membayangkan aksi Tatang, Azzam, dan Adhi, berkutat menambah ketinggian di dinding es air terjun beku, bagai upaya tim The North Face (TNF) saat menaklukan rute Shark’s Fin (Sirip Hiu) di Gunung Meru Tengah (6.309 mdpl), Himalaya-India tahun 2011. Ada Conrad Anker, Renan Ozturk, dan Jimmy Chin (high altitude photographer). Tentu saja tantangan Shark’s Fin berlipat. Kesamaannya, trio Ibex dan TNF menggilai olahraga ekstrem; bertualang untuk berbagi pengetahuan.

0 Komentar