JABAR EKSPRES – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Jumat (13/2/2026).
Aksi demonstrasi yang sempat memanas hingga merusak pagar Balai Kota Bogor itu akhirnya berujung pada dialog terbuka di teras Balai Kota.
Perwakilan mahasiswa kemudian berdiskusi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Denny Mulyadi, serta sejumlah kepala dinas maupun perwakilan dinas terkait.
Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua
Koordinator Aksi Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra, menyampaikan bahwa aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk evaluasi kritis terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, dengan membawa sembilan tuntutan utama.
Poin yang disorot antara lain desakan penerbitan dan implementasi Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal guna menekan angka pengangguran lulusan SMK, serta tuntutan transparansi dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan RSUD Kota Bogor.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti rendahnya capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH), mendesak perbaikan tata kelola sampah, percepatan penyelesaian pembangunan jalan trase Batutulis, serta transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Selanjutnya, kami juga meminta penataan pedagang kaki lima yang lebih manusiawi dengan penyediaan lokasi relokasi yang layak, penanganan kemacetan dan infrastruktur jalan rusak secara menyeluruh, pemberantasan pungutan liar di instansi pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan guru,” kata Indra saat membacakan tuntutannya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa Pemkot Bogor menerima dengan baik sembilan poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Ia menyebutkan bahwa tuntutan tersebut sejalan dengan sejumlah upaya yang tengah dilakukan Pemkot Bogor di bawah kepemimpinannya bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, meski dalam pelaksanaannya kerap dihadapkan pada berbagai kendala.
“Kami mengapresiasi seluruh masukan dari rekan-rekan mahasiswa. Pada kesempatan ini, kami menghadirkan jajaran dinas terkait untuk menjelaskan langsung setiap poin tuntutan. Pemerintah Kota Bogor terus berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh warga,” ujar Jenal.
