Kuota Haji Cimahi 2026 Terserap Penuh, Kebijakan Baru Pangkas Daftar Tunggu Nasional

Kuota Haji Cimahi 2026 Terserap Penuh, Kebijakan Baru Pangkas Daftar Tunggu Nasional
Ilustrasi: Pemberangkatan calon jemaah haji beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Meski demikian, Nandang mengingatkan bahwa kebijakan baru ini juga membuat jumlah kuota tiap daerah berpotensi berubah setiap tahun.

Saat ini, total daftar tunggu jemaah haji di Kota Cimahi mencapai 27.833 orang, angka yang tetap mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Sekarang tiap tahun pasti beda-beda, bisa aja 2027 Kota Cimahi menurun,” ucap dia.

Baca Juga:Jelang Ramadan 2026, Saber Pangan Temukan Kenaikan Harga Ayam dan Daging di CimahiDLH Cimahi Fokus Pangkas Pohon Penghalang PJU di Ruas Jalan Rawan Gelap 

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberangkatan haji ke depan akan semakin dinamis, mengikuti konfigurasi antrean nasional dan kebijakan pemerintah pusat.

Di sisi kesiapan teknis, Kemenhaj Cimahi memastikan seluruh proses administratif calon jemaah haji telah berada pada tahap akhir. Pembuatan paspor, verifikasi data biometrik (via bio), hingga penyesuaian identitas terus dikebut agar tidak menghambat jadwal keberangkatan.

“Persiapan proses paspor udah hampir 100 persen karena ada yang paspor misalnya beda satu suku kata atau beda tanggal lahir. Kemudian via bio juga sudah hampir 100 persen,” kata dia.

Kendala minor seperti perbedaan ejaan nama atau tanggal lahir disebut masih ditemukan, namun dinilai dapat diselesaikan sesuai perencanaan.

Selain aspek administratif, pembekalan spiritual dan teknis ibadah juga telah berjalan. Manasik haji resmi dimulai, memberikan simulasi menyeluruh mengenai rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat.

Dalam manasik ini, kata Nandang, calon jemaah mendapatkan pemahaman teori sekaligus praktik, mulai dari pemakaian ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar jumrah, hingga pelaksanaan tawaf dan sa’i.

“Tujuannya agar jemaah mampu menjalankan ibadah secara mandiri, tertib, dan khusyuk saat berada di Tanah Suci,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar