Di Balik Asap Produksi Rokok RAJ, Harapan Kerja dan Ekspansi dari Cimahi

Pekerja memproduksi sigaret kretek tangan di pabrik rokok Rifai Anugerah Jaya di Kota Cimahi, Rabu (11/2). Pro
Pekerja memproduksi sigaret kretek tangan di pabrik rokok Rifai Anugerah Jaya di Kota Cimahi, Rabu (11/2). Produksi rokok tersebut rata-rata sekitar 7- 8 karton per hari dengan distribusi ke beberapa kota di Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Di tengah maraknya kemunculan merek rokok baru, Lia optimistis produknya mampu bersaing.

“Kalau untuk bersaing kita rasa sih udah paling unggul ya. Tembakau kita udah paling kualitas terbaik,” ujarnya.

Dari sisi harga, produk RAJ juga diposisikan pada segmen ekonomis.

“Untuk harga juga kita udah paling ekonomi lah. Kalau harga untuk pasaran ya di 7.500 sampai 8.500,” terangnya.

Baca Juga:Penjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan PesananDi Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua Dekade

Namun demikian, Lia mengakui bahwa tantangan utama perusahaan saat ini justru berada pada sisi produksi.

“Tantangan ke depannya, tantangannya itu karena pesanannya sangat banyak dan rasa kita kan juga ada lima, kita kewalahan di produksi,” katanya

Ke depan, perusahaan berencana memperluas area produksi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Cimahi.

“Kita tantangannya itu di produksi aja. Nanti kita akan tingkatin lagi produksinya lagi, kita akan memperluas area, memperkerjakan banyak karyawan Cimahi, gitu,” kata Lia.

Ia pun berharap CV Anugerah Jaya Rifal terus berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang.

“Harapannya semoga CV. Anugerah Jaya Rifal semakin maju, lancar, sukses terus. Karena kan banyak orang yang kita akan pekerjakan di sini, jadi semoga perusahaan ini bisa menguntungkan banyak orang juga,” harapnya.

Sementara itu, Komisaris CV Anugerah Jaya Rifal, Daud menjelaskan bahan baku tembakau yang digunakan berasal dari berbagai daerah.

Baca Juga:Kurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak NyamanVolume Sampah di TPS Pangaritan Tinggi, Petugas Bekerja hingga 12 Jam

“Kita tembakau itu campuran ya. Ada dari Bojonegoro, ada dari Kudus, ada dari Temanggung, ada dari Madura. Kita campuran berbagai jenis tembakau kita ambil, dijadikan satu,” jelasnya.

Terkait potensi tembakau lokal Jawa Barat, Daud menyebut perusahaan belum memanfaatkan secara maksimal. Karena, kata dia, untuk sementara pihaknya belum fokus ke sana, namun suatu saat ketika mereka punya mesin proses pemotongan tembakau, maka akan dipergunakan.

“Kita akan mempergunakan tembakau-tembakau yang ada di Jawa Barat, khususnya di Garut, Sumedang, Majalengka, seperti itu kita akan mempergunakan. Untuk sementara kita masih belum,” kata dia.

Menurut Daud, persaingan industri rokok saat ini cukup ketat, namun pihaknya tetap optimistis.

“Kita memang lebih unggul. Dan harga kita juga lebih unggul. Kita mudah-mudahan bisa bersaing dengan yang ada rasa seperti ini karena kita yakin, kita optimis, kita bisa berinvasi lagi ke wilayah-wilayah yang ada di Jawa Barat,” ujarnya.

0 Komentar