JABAR EKSPRES – Proses pengamanan macan tutul yang berkeliaran di permukiman Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2/2026), turut melibatkan peran warga.
Salah satunya Ahmad Faiq Denhajj atau yang akrab disapa Jajang Barzah (56), warga yang pertama kali melakukan penanganan terhadap satwa liar tersebut sebelum petugas datang.
Jajang menuturkan, awalnya ia menerima informasi dari warga terkait adanya macan atau “maung” yang berkeliaran.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
“Saya kira macan atau maung sirkus. Ternyata warga sudah berbondong-bondong, dan saya lihat dia ngintip di pojok halaman Pak Haji,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Jajang langsung berupaya menangkap macan tutul itu. Namun satwa tersebut sempat melompat dan bersembunyi di kolong antara pagar dan tembok.
“Pas mau ditangkap, loncat. Saya kejar, terus dia nyelip di kolong pagar dan tembok,” katanya.
Ia mengaku proses penangkapan berlangsung cukup lama dan penuh risiko karena keterbatasan alat. Jajang bersama warga lain akhirnya menyumpal mulut macan tutul menggunakan besi agar tidak menggigit, kemudian mengikat bagian kaki dan ekor dengan tali tambang.
“Mengeksekusi sekitar dua jam karena pertama nggak ada alat dan susah motong besi, tali juga susah,” ucapnya.
Menurut Jajang, proses pengamanan berlangsung sejak sekitar pukul 08.30 WIB hingga mendekati pukul 12.00 WIB. Kondisi macan tutul disebut relatif sehat, meski mengalami luka ringan akibat besi yang digunakan untuk pengamanan sementara.
Terkait korban, Jajang menyebut setidaknya ada dua warga yang terluka akibat gigitan macan tutul sebelum ia tiba di lokasi.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Digigit, satu di tangan, satu parah banget. Kalau saya datang telat, mungkin korbannya bisa nambah,” katanya.
Ia mengaku bukan kali pertama menghadapi hewan buas, lantaran memiliki pengalaman sebelumnya.
“Saya dari Sumatera, biasa lihat hewan buas, paling sering ular,” ujarnya.
Setelah berhasil diamankan, macan tutul kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.
