JABAR EKSPRES – Stadion Gelora Bandung Lautan Api kembali menjadi pusat perhatian, Jumat (6/2) malam, saat Persib Bandung menjamu Malut United dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Di atas kertas, Maung Bandung lebih diunggulkan. Namun, laga ini menyimpan dinamika berbeda yang membuat Persib tak bisa sekadar mengandalkan status tuan rumah.
Malut United datang ke Bandung dengan kekuatan yang tidak biasa. Bukan hanya soal hasil atau posisi klasemen, tetapi karena komposisi pemain mereka yang memiliki keterkaitan kuat dengan Persib. Sejumlah nama yang musim lalu menjadi bagian penting Pangeran Biru kini berada di kubu lawan.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Ciro Alves, David Da Silva, Dimas Drajad, Tyronne Del Pino, Gustavo Franca, hingga Frets Butuan adalah deretan pemain yang pernah mengenakan seragam Persib.
Kehadiran mereka membuat Malut United memiliki pemahaman mendalam tentang karakter permainan Persib, baik secara taktik maupun psikologis.
Situasi ini menjadikan pertandingan lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah adu strategi antara tim yang sedang membangun konsistensi dengan tim yang memiliki pengetahuan detail tentang lawannya.
Para eks Persib tersebut tentu mengetahui gaya bermain yang diterapkan pelatih Bojan Hodak, termasuk kecenderungan Persib dalam memanfaatkan transisi cepat dan efektivitas serangan balik.
Malut United diprediksi akan tampil dengan pendekatan yang lebih terukur. Alih-alih bermain terbuka, mereka kemungkinan memilih strategi pragmatis dengan menjaga kedalaman lini dan memanfaatkan momen saat Persib kehilangan keseimbangan. Skema seperti ini berpotensi merepotkan tuan rumah, terutama jika Persib terlalu cepat menaikkan garis permainan.
Pengamat sepak bola asal Bandung, Jejen, menilai Persib harus mengantisipasi situasi tersebut dengan pendekatan yang lebih variatif.
“Malut ini tim yang unik. Mereka seperti cermin Persib versi lain. Kalau Persib tetap mengandalkan counter attack, itu justru menguntungkan Malut karena pemain-pemain mereka tahu persis kapan Persib akan naik dan di mana celahnya,” ujar Jejen, kepada Jabarekspres, Kamis (5/2).
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
Menurut Jejen, Persib perlu menyesuaikan strategi tanpa kehilangan identitas permainan. Salah satu opsi yang bisa diterapkan adalah meningkatkan kontrol permainan melalui penguasaan bola.
