Terakhir, kata Kuswardoyo, penumpan menyiapkan metode pembayaran seperti e-wallet, mobile banking, atau kartu debit/kredit untuk menghindari keterlambatan transaksi.
Selain itu, pelanggan juga disarankan untuk bersikap fleksibel dalam memilih jadwal dan rute perjalanan, seperti mempertimbangkan tanggal alternatif atau relasi KA lain yang masih tersedia. Pemanfaatan fitur pencarian tanggal terdekat juga dapat meningkatkan peluang mendapatkan tiket.
KAI Daop 2 Bandung mengingatkan masyarakat agar hanya membeli tiket melalui channel resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, serta mitra penjualan resmi lainnya. Hal ini penting untuk menghindari praktik percaloan maupun potensi penipuan yang dapat merugikan pelanggan.
Baca Juga:Wamenaker Tekankan Budaya K3 sebagai Kunci Wujudkan Pekerjaan LayakOJK Soroti Risiko Digital dan Kripto, Perkuat Pengawasan Perbankan di Tengah Transformasi Global
Kuswardojo juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan penjualan tiket Lebaran ini dengan sebaik-baiknya. “Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan sejak dini, memanfaatkan kemudahan pemesanan tiket yang tersedia,” ajaknya.
“Serta menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan andal untuk berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Lebaran 2026,” pungkasnya.
