“Berdasarkan rilis DVI pada 4 Februari 2026 pukul 16.30 WIB, dari 71 kantung jenazah yang diperiksa, 68 korban berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 52 orang merupakan warga yang masuk dalam daftar pencarian,” kata Ade Dian.
Ia menambahkan, masih terdapat 21 kantung jenazah yang menjalani proses identifikasi lanjutan karena kondisi jenazah tidak utuh atau memerlukan pencocokan data tambahan dari keluarga korban.
Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (6/2/2026), seiring berakhirnya masa tanggap darurat bencana. Setelah itu, Basarnas bersama pihak terkait akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan perpanjangan masa pencarian.
Baca Juga:Mendekati Akhir Operasi SAR, Baru 52 Korban Longsor Cisarua TeridentifikasIBuah Bit, Umbi Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh
“Kami berkomitmen menjalankan operasi hingga masa tanggap darurat berakhir pada 6 Februari. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi terkait kelanjutan proses pencarian,” pungkas Ade Dian.
Longsor besar yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut tidak hanya menelan korban dari warga sipil, tetapi juga dari unsur TNI. Selain 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang, sebanyak 24 personel TNI Marinir dikonfirmasi turut menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Wit)
