JABAR EKSPRES – Permohonan maaf disampaikan orang tua siswa yang sebelumnya mengeluhkan sumbangan di sekolah setelah diketahui informasi yang diterimanya tidak utuh. Kesalahpahaman itu terjadi karena yang bersangkutan tidak menghadiri rapat resmi dan hanya merujuk pada percakapan di grup WhatsApp.
Orang tua siswa yang enggan disebutkan identitasnya itu mengakui bahwa informasi yang disampaikannya sebelumnya tidak diperoleh secara utuh.
Ia menyebut, kesalahpahaman tersebut terjadi lantaran dirinya tidak mengikuti rapat komite sekolah yang membahas mekanisme, tujuan, serta sifat sumbangan.
Baca Juga:MTsN Kota Cimahi Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Pasir LanguKomite MTSN Cimahi Tegaskan Renovasi Sekolah Demi Kenyamanan Belajar
Dalam klarifikasinya, ia menegaskan bahwa sumbangan yang dipersoalkan bukanlah pungutan wajib, melainkan bersifat sukarela dan telah dibahas secara terbuka dalam forum resmi.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan komite. Setelah mendapat penjelasan, saya memahami bahwa sumbangan tersebut bersifat sukarela dan telah dibahas secara terbuka dalam rapat komite,” ujar orang tua siswa kelas VII tersebut kepada Jabar Ekspres di sekolah usai media dengan komite, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai persoalan yang sempat mencuat ke ruang publik itu kini telah selesai setelah dilakukan tabayun. Menurutnya, pemberitaan sebelumnya muncul akibat miskomunikasi dan ketidakhadirannya dalam rapat.
“Ya tanggapan saya selalu orang tua siswa, dengan adanya lingkungan seperti ini, kita kan sudah tabayun semuanya, sudah diklarifikasi dan sudah islah juga,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Sekarang sudah alhamdulillah clear. Yang kemarin itu miscom karena orang yang bersangkutan juga tidak datang rapat,” katanya.
Bahkan, ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
“Ya itu teh hoax. Yang kemarin hoax, sekarang sudah clear, sudah islah juga,” tegasnya.
Baca Juga:Dinilai Memberatkan, Keluhan Orang Tua MTSN Cimahi Soal Sumbangan BangunanBangun Akhlakul Karimah, MTSN Kota Cimahi Tempah Siswa Kelas VII Lewat Kemah Blok Pramuka
Ketua Komite MTsN Cimahi, H. Yaya Rustia membenarkan bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh miskomunikasi. Ia menyebut, orang tua yang bersangkutan sebelumnya tidak hadir dalam rapat komite sehingga menerima informasi dari sumber lain yang tidak utuh.
“Alhamdulillah hari ini orang tua bisa menghadiri undangan komite. Tadinya ada stigma yang kurang baik karena tidak hadir saat rapat. Dia mendengar informasi dari yang lain yang tidak jelas, sehingga mengeluarkan pernyataan spontan kepada wartawan,” kata Yaya.
