Ade menilai, keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial seperti ini penting agar mereka tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga belajar merespons persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi internal yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan.
“Proses pengumpulan dilakukan secara gotong royong dalam waktu singkat setelah informasi bencana diterima pihak sekolah,” bebernya.
Baca Juga:Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah Keluarga
Ke depan, lanjut Ade, MTsN Kota Cimahi menyatakan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya peduli dan berbagi sebagai bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang diinternalisasikan dalam kehidupan bermadrasah
“Sekaligus memperkuat peran lembaga pendidikan dalam merespons isu sosial dan kebencanaan di lingkungan sekitar,” tegas Ade menutup. (Mong)
