Bandung Kota Pengamen, Razia Bukan Solusi

01 : Pengamen menggunakan biola di Jalan Supratman Kota Bandung
01 : Pengamen menggunakan biola di Jalan Supratman Kota Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Bandung masih menghadapi segudang pekerjaan rumah. Selain persoalan sampah, masalah lain yang tak kalah mencolok adalah keberadaan pengamen serta para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Tidak sulit untuk menemukan pengamen di Kota Bandung. Mereka ada nyaris di setiap lampu merah. Serta di beberapa pusat keramaian masyarakat.

Pantauan Jabar Ekspres, Pengamen di Kota Bandung cukup beragam dan unik. Mereka ada yang hanya modal kecrek dengan suara fals, lalu ada yang modal biola dengan nada harmonis membawakan musik klasik, hingga ada yang membawa drum set lengkap dengan gitar dan vokalis.

Baca Juga:Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah Keluarga

Misalnya, pengamen dengan hanya modal kecrek itu bisa ditemui di simpang empat atau lampu merah Kiaracondong. Lalu pengamen yang biasa memainkan biola ada di Jalan Supratman samping Telkom.

Kemudian pengamen dengan modal cukup lengkap seperti drum set hingga gitar dan vokalis layaknya grup band manggung ada di Jalan Pahlawan. Ada juga pengamen modal pengeras suara dan mic wireless tapi suaranya cukup merdu ada di Simpang Gatot Subroto – Pelajar Pejuang.

Selain itu, banyak juga ditemui pengamen dengan modal standar gitar atau ukulele. Misalnya di bawah Flyover Kiaracondong, atau simpang Laswi.

Hadirnya pengamen bisa menjadi pelepas penat sejenak bagi para pengendara yang melintas. Namun di balik fenomena itu ada satu persoalan kota. Yakni menjamurnya para PMKS.

Berdasarkan data open data Kota Bandung, jumlah PMKS pada 2024 tercatat tidak sedikit. Total tembus di angka 19.931. Namun itu juga mengasumsikan data fakir miskin dan perempuan rawan sosial ekonomi. Termasuk penyandang disabilitas yang jumlahnya tidak sedikit.

Rincian di antaranya adalah, anak terlantar ada 270 orang, anak jalanan 39 orang, lanjut usia terlantar 3.098, gelandangan 96 orang, pengemis 197 orang, ataupun pemulung 148 orang.(son)

0 Komentar