Sehat dan Berat Badan Stabil, Ini 5 Kebiasaan yang Bantu Metabolisme Bekerja Optimal

Ilustrasi diet kaya serat (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi diet kaya serat (Sumber: Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menurunkan berat badan ternyata bukan sekadar urusan membatasi porsi makan atau menghitung kalori yang masuk.

Para ahli nutrisi lebih menyarankan penerapan pola makan yang berfokus pada keseimbangan hormon dan kesehatan metabolisme sebagai kunci utama.

Berdasarkan laporan Health yang dikutip dari ANTARA, setidaknya ada lima kebiasaan sehat yang bisa membantu metabolisme bekerja lebih optimal. Berikut ulasannya:

Baca Juga:Dari Seremoni ke Keberlanjutan: Menata Ulang Pengabdian Masyarakat Desaibis Bandung Pasteur Hadirkan “Ririungan Ramadhan”, Buka Puasa All You Can Eat dengan Live Music

1. Cukupi Kebutuhan Serat HarianBagi orang dewasa, mengonsumsi 25 hingga 38 gram serat setiap hari adalah hal yang wajib demi mendukung fungsi usus dan metabolisme. Dietisien Lizzy Swick, RDN, menjelaskan bahwa memprioritaskan makanan kaya serat lebih penting daripada sibuk menghitung asupan kalori.

“Meskipun kalori yang masuk versus kalori yang keluar pada akhirnya menentukan berat badan, penelitian menunjukkan bahwa serat yang dapat difermentasi meningkatkan hormon kenyang (seperti GLP-1 dan PYY), yang secara alami membantu orang mengatur asupan energi tanpa perlu secara cermat melacak kalori,” ujarnya

2. Terapkan Komposisi Piring SeimbangPara ahli menyarankan rumus piring sehat untuk setiap kali makan, seperti sayuran non-pati, protein, dan karbohidrat kaya serat. Ahli gizi Sarah Glinski, RD, menyampaikan bahwa setiap kali makan sebaiknya mengupayakan untuk mengonsumsi 1/4 piring sumber protein, 1/4 piring sumber karbohidrat bertepung, serta 1/2 piring sayuran dan buah.

3. Konsisten dengan Waktu MakanMengatur waktu makan secara stabil membantu tubuh menjaga kadar gula darah dan nafsu makan tetap terkendali. Nutrisionis Alyssa Simpson, RDN, CSDH, CGN, menekankan bahwa pola makan yang konsisten memberikan dampak besar bagi kesehatan.

“Memiliki pola makan yang stabil dan konsisten dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan metabolisme, jauh lebih besar daripada sekadar perhitungan kalori saja,” kata Simpson.

4. Kelola Stres dengan BaikStres yang kronis dapat meningkatkan kadar kortisol yang memicu kebiasaan makan emosional (emotional eating). Menurut Simpson, stress memengaruhi perilaku makan dan respons hormonal dengan cara yang mengganggu keseimbangan energi, sebagian dengan mempengaruhi hormon seperti kortisol dan pengaturan insulin.

5. Konsumsi Lemak Omega-3Terakhir, jangan lupakan asupan lemak sehat. Kathryn Durston, RDN selaku pemilik Naturally Good Nutrition menyampaikan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan dan kenari berdampak baik pada peradangan dan kesehatan jantung. (Magang/Marissa Putri Sutisna)

0 Komentar