JABAR EKSPRES – Persib Bandung resmi mendatangkan bek kiri asal Prancis, Layvin Kurzawa, untuk memperkuat tim pada paruh kedua musim Super League 2025/2026. Pengumuman resmi dilakukan pada Minggu (25/1/2026), sekaligus mengonfirmasi kontrak berdurasi enam bulan hingga akhir musim.
Kedatangan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Selain faktor pengalaman dan reputasi internasional, topik yang paling banyak dibicarakan adalah besaran gaji Kurzawa selama bermain di Indonesia.
Nominal Gaji Kurzawa Bersama Maung Bandung
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Layvin Kurzawa dikabarkan menerima gaji sekitar Rp 1 miliar per bulan selama berseragam Persib Bandung.
Baca Juga:Link Saldo DANA Kaget Terbaru Hari Ini, Bisa Dapat Rp150.000 Langsung MasukProfil Dro Fernandez, Gelandang Muda Barcelona yang Resmi Gabung PSG
Angka tersebut belum termasuk kemungkinan bonus performa, insentif kemenangan, maupun klausul tambahan lain yang lazim diterapkan klub. Meski begitu, nominal ini sudah mencerminkan nilai kontrak utama yang disepakati kedua pihak.
Untuk ukuran Liga Indonesia, gaji tersebut tergolong sangat tinggi. Namun, Persib dinilai tidak terlalu terbebani karena Kurzawa direkrut dengan status free agent, menyusul berakhirnya kontraknya bersama klub Portugal, Boavista.
Bukan yang Tertinggi di Persib
Meski menerima bayaran fantastis, Kurzawa ternyata bukan pemain dengan gaji tertinggi di skuad Persib.
Laporan menyebutkan bahwa Thom Haye berada di posisi teratas dengan gaji sekitar 70 ribu euro per bulan, sementara Kurzawa berada di kisaran 50 ribu euro per bulan. Dengan demikian, bek kiri asal Prancis itu menempati peringkat kedua pemain bergaji tertinggi di tim Maung Bandung.
Jauh Berbeda dengan Masa Keemasan di PSG
Jika dibandingkan dengan masa jayanya di Eropa, khususnya saat membela PSG, gaji Kurzawa di Persib mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Selama hampir satu dekade memperkuat PSG (2015–2024), Kurzawa bermain di level tertinggi sepak bola Eropa dan menerima bayaran fantastis. Pada puncak kariernya, ia disebut-sebut memperoleh gaji tahunan bernilai ratusan miliar rupiah.
Dibandingkan dengan gaji di Persib yang berkisar Rp 12 miliar per tahun, nilai tersebut memang jauh lebih kecil secara global, meski tetap terbilang mewah dalam konteks sepak bola Indonesia.
