Dishub Kota Bandung menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan kenyataan adanya kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk dan titik-titik tertentu.
Langkah-langkah penanganan kemacetan melalui rekayasa lalu lintas, penguatan transportasi publik, serta koordinasi lintas wilayah terus dijalankan. Namun, menurut Rasdian, laporan global harus dibaca dengan konteks lokal supaya tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
“Kami berharap masyarakat memahami data ini secara objektif, bahwa indeks global bukan berarti Bandung macet sepanjang hari, tetapi mencerminkan dinamika mobilitas yang kompleks dan sangat bergantung pada waktu serta lokasi pengukuran,” tutup Rasdian.
