Contoh Teks Khutbah Jumat: Teladan Rasulullah dalam Membumikan Toleransi

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang teladan Rasulullah dalam membumikan toleransi. (Pixabay/MoteOo)
0 Komentar

Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”. (Qs. Al-Ahzab: 21).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya, Marah Labid juz 2 halaman 250, menjelaskan bahwa teladan Nabi saw merupakan akhak yang baik yang wajib diikuti dalam permasalahan agama.

Adapun dalam urusan dunia sunnah untuk diikuti. Semua itu berlaku bagi yang mengharapkan pahala dan rahmat dari Allah swt. Ia berkata:

أَيْ خَصْلَةٌ حَسَنَةٌ حَقُّهَا أَنْ يُقْتَدَي بِهَا عَلَى سَبِيْلِ الْإِيْجَابِ فِيْ أُمُوْرِ الدِّيْنِ، وَعَلَى سَبِيْلِ الْاِسْتِحْبَابِ فِيْ أُمُوْرِ الدُّنْيَا لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ

Baca Juga:35 Kode Redeem FC Mobile 23 Januari 2026, Dapatkan Paket Pemain TOTY dan Ribuan Gems Sebelum Hangus!Contoh Teks Khutbah Jumat: Memahami Makna 5 Huruf Kata Syaban

Artinya: “Pekerti yang baik yang wajib diikuti dalam permasalahan agama dan dianjurkan dalam permasalahan dunia bagi orang-orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Salah satu pekerti baik yang diajarkan oleh Rasulullah saw ialah bagaimana cara kita, sebagai umat Islam dalam memandang perbedaan.

Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap toleran terhadap setiap perbedaan yang terjadi.

Baik itu perbedaan suku, etnis, pandangan bahkan keyakinan beragama.

Hal tersebut tercermin dalam perintah Allah swt kepada Nabi Muhammad untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap nonmuslim selagi mereka tidak memerangi umat Islam.

Allah swt berfirman dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8-9:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarangmu (berteman akrab) dengan orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama, mengusirmu dari kampung halamanmu, dan membantu (orang lain) dalam mengusirmu. Siapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Mumtahanah: 8-9).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya, Mafatihul Ghaib, juz 29 halaman 521, menjelaskan bahwa terjadi perbedaan pandangan terkait sebab turunnya ayat di atas.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa ayat di atas turun untuk Suku Khuza’ah.

0 Komentar