Macet Akibat Rel KA Segera Berakhir, Underpass Gatot Subroto Cimahi Siap Digarap Rp100 Miliar

Penandatanganan Hasil Rapat Pembahasan Pembagunan Underpass Gatot Subroto Cimahi (Dok:Humas Cimahi)
Penandatanganan Hasil Rapat Pembahasan Pembagunan Underpass Gatot Subroto Cimahi (Dok:Humas Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, memasuki fase krusial. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur vital tersebut kini kian mendekati tahap pelaksanaan setelah melalui rapat koordinasi lintas instansi.

Kepastian itu mengemuka dalam pertemuan yang digelar Pemerintah Kota Cimahi bersama para pemangku kepentingan di Makodim 0609/Cimahi, Senin (19/1/2026).

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dan dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Tak hanya unsur pemerintah daerah, rapat juga melibatkan sejumlah institusi kunci yang berkaitan langsung dengan proyek, mulai dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed), Kodiklat TNI, Mabes TNI, hingga perwakilan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat memaparkan bahwa pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto direncanakan mulai dikerjakan pada Maret 2026.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan dan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pada tahun yang sama.

Dari sisi pendanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar. Dana tersebut bahkan telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), menandakan kesiapan pembiayaan proyek.

Meski demikian, sejumlah tahapan administratif, khususnya penyusunan dokumen lingkungan, masih terus dikebut sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Pekerjaan fisik diharapkan sudah dapat dimulai pada bulan Maret, dengan catatan kesiapan lahan menjadi faktor kunci,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung Wahyudi.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, pembangunan underpass ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah dalam menjamin keselamatan transportasi perkotaan.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

Ia menyebut proyek tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

“Ini amanat peraturan perundang-undangan di bidang transportasi untuk meningkatkan keselamatan dan sistem transportasi perkotaan,” ujar Ngatiyana saat ditemui di Cimahi, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, sejak beroperasinya kereta feeder Whoosh yang melayani rute Bandung–Padalarang, intensitas perjalanan kereta api di wilayah Cimahi meningkat tajam.

0 Komentar