JABAR EKSPRES – Salah satu rumah di Kecamatan Caringin penuh duka. Rumah tersebut terpasang tenda meneduhi akses jalan, bangku tertata dengan rapi di bawah tenda. Siang itu, di Bogor, keluarga pemilik rumah masih resah menunggu informasi lanjutan dari gawainya.
Kabar Esther Aprilita selalu ditunggu oleh keluarga besarnya. Esther merupakan Pramugari yang ikut terbang dalam Pesawat ATR 42-500 tujuan Yogyakarta-Makassar.
Namun, Pesawat ATR 42-500 mengalami hilang kontak pada Sabtu (17/1) lalu sekitar pukul 13.17 WITA.
Baca Juga:Bangkai Pesawat di Kemang Hantam Kediaman Warga, 43 Rumah Alami Kerusakan dan 26 Jiwa Mengungsi Denyut Ekonomi Bandung Menunggu Suara Mesin Pesawat di Bandara Husein
Pesawat PK-THT lepas landas pukul 09.08 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 12.22 WITA.
Paman Esther yakni Arya menyampaikan, ia menerima telepon pada Sabtu lalu dari Ayah pramugari tersebut. Dirinya kaget bukan main setelah menerima kabar pesawat yang ditumpangi ponakannya hilang kontak.
Arya tidak menyangka ponakannya hilang kabar, padahal saat malam pergantian tahun masih dapat berkumpul dengan keluarga besar.
“Bapaknya dapat informasi dari penerbangan itu, aku telepon jadi aku datang ketemu dia. Kaget lah, malem tahun baru masih kumpul sini,” kata Arya di Caringin, pada Senin (19/1/2026).
Informasi tersebut, kata Arya, membuat keluarga besar merasakan sakit yang tidak dapat dijelaskan. Ia sebagai keluarga berharap ada mukjizat dari Tuhan untuk Esther.
“Masih gadis, orang tuanya sakit lah bilang gara-gara ada kejadian begini. Mudah-mudahan ada mukjizat ya,” pungkasnya.
Saat ini, pihak keluarga masih menunggu informasi terbaru dari pihak perusahaan tempat Esther bekerja. Kini, pihak Basarnas sedang berupaya untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga:Selain Ada Diskon Tiket Kereta Api hingga Pesawat, Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025/2026Carter Dua Pesawat, Dedi Mulyadi Bakal ke Sumatera untuk Kirim Bantuan hingga Cari Kerabatnya
Sebagai informasi, Pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026) kemarin. (Reg)
