JABAR EKSPRES – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang mengungkapkan kondisi dan rencana pengembangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kota itu.
Hal itu diungkapkannya saat ditemui Jabar Ekspres, Rabu (14/1/26). Endang menjelaskan bahwa PJU merupakan salah satu sarana penting untuk menunjang keselamatan dan kelancaran lalu lintas, terutama di malam hari.
“Jumlah PJU saat ini sudah sekitar 3.706 titik yang terpasang. Namun, kalau melihat kebutuhan di lapangan, masih ada selisih sekitar 380 titik yang perlu pemasangan baru,” jelasnya.
Baca Juga:Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil
Berdasarkan data Dishub, kebutuhan PJU di Cimahi adalah 3.985 titik, namun baru terpasang 3.706 titik. Sementara itu, untuk Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) kebutuhan 6.128 titik, terpasang 4.646 titik, dan Penerangan Jalan Gedung (PJG) kebutuhan 30.683 titik, terpasang 13.764 titik.
Ia menambahkan, kegiatan Dishub tidak hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga pemeliharaan.
“Di lapangan banyak titik PJU yang terhalang pohon, daun, atau ranting. Kemarin beberapa ruas jalan sudah dilakukan pemangkasan agar pencahayaan malam hari lebih optimal,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Dishub merencanakan pembangunan jaringan PJU baru, salah satunya di Jalan Raden Demang.
“Raden Demang ini pembangunannya sudah lama, lebih dari 10 tahun, sehingga perlu peningkatan. Kita akan pasang PJU dekoratif untuk mempercantik kawasan perkantoran Pemkot Cimahi setelah Bundaran Jati,” tambahnya.
Selain itu, pembangunan PJU juga akan dilakukan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu).
“Kemarin baru terpasang di sisi kanan, dari Simpang Amir Mahmud sampai Kodim. Tahun ini akan kita lengkapi sisi kiri juga karena jalannya lebar,” ujarnya.
Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara
Mengenai selisih 380 titik PJU yang belum terpasang, Dishub menargetkan pemasangan sekitar 40 titik baru pada 2026. Termasuk tiang, jaringan, dan armatur baru.
Selain itu, lanjut Endang, pihaknya juga melakukan penambahan titik melalui pemeliharaan atau peremajaan.
“Misalnya jarak antar tiang yang ideal 25–30 meter, tapi di lapangan ada yang 50 meter, jadi kita tambal sulam,” jelasnya.
Anggaran untuk PJU di 2026 menurun drastis, terutama karena sebagian dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPKP) untuk jalan lingkungan dan PJG.
“Untuk PJU, anggaran sekitar Rp1,6 miliar, mencakup pembangunan dan pemeliharaan,” kata Endang
