Keenam Posyandu SPM yang berdiri di bangunan khusus ini telah menjadi percontohan bagi desa-desa lain di berbagai kabupaten dan kota. Keberhasilannya dalam menuntaskan stunting menjadi bukti nyata efektivitas model yang diusung.
Sinergi antara kepemimpinan kepala desa, dedikasi kader, partisipasi masyarakat, dukungan anggaran, dan pemanfaatan teknologi terbukti mampu mengatasi masalah gizi kronis.
“Prestasi nol stunting ini bukanlah akhir perjalanan. Saya terus berupaya melakukan pencegahan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak di Desa Cintaratu yang tertinggal pertumbuhannya,” katanya. (CEP)
