JABAR EKSPRES – Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Baru Sampeu, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Pembangunan sekolah berkonsep berasrama ini ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah, mengatakan seluruh kesiapan daerah telah dipenuhi sebagai syarat pencairan dan pelaksanaan pembangunan dari Kementerian Sosial.
“Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung akan dibangun oleh Kementerian Sosial dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Targetnya selesai tahun 2026 dan pembangunannya dilakukan secara bertahap,” ujar Ningning, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:Belum Ada Lahan Permanen, Program Sekolah Rakyat di Bandung Barat Terancam TerhentiBakal Bangun Sekolah Rakyat Permanen, Dinsos Bandung Butuh Lahan 5 Hektare?
Ia menjelaskan, anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik hingga sarana pendukung pendidikan. Fasilitas yang akan dibangun antara lain ruang kelas, asrama siswa, fasilitas olahraga, tempat ibadah, perpustakaan, serta laboratorium.
Menurut Ningning, Pemerintah Kabupaten Bandung berperan dalam penyediaan lahan dan pematangan area pembangunan. Lahan seluas 7,6 hektare di Kecamatan Ciwidey telah dinyatakan siap melalui surat pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Bandung.
“Empat poin yang diminta Kementerian Sosial sudah dipenuhi, mulai dari kesiapan lahan, status lahan bukan LSD, pematangan lahan, hingga kesiapan pelebaran akses jalan menuju lokasi sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, APBD Kabupaten Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk pematangan lahan.
Rinciannya, Rp1,1 miliar dianggarkan pada 2025 dan Rp6,4 miliar pada 2026 untuk pekerjaan cut and fill, penguatan lahan, serta penyiapan seluruh area agar siap dibangun.
Pemilihan Kecamatan Ciwidey sebagai lokasi Sekolah Rakyat, lanjut Ningning, juga mempertimbangkan aspek sosial. Wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan kemiskinan yang cukup tinggi, khususnya pada kelompok desil 1 dan 2.
“Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Di Ciwidey, data desil 1 dan 2 cukup signifikan sehingga menjadi skala prioritas,” ucapnya.
Baca Juga:Empat Siswa Mundur, Bukti Sekolah Rakyat Bandung Barat Perlu Pendekatan Lebih AdaptifKebutuhan Mendesak, Pembangunan 2 Sekolah Rakyat Permanen Terus Didorong Pemkab Bandung!
Pembangunan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga pembinaan menyeluruh bagi siswa.
Selain pendidikan formal, program ini dilengkapi sistem asrama dan pendampingan intensif. Saat ini, Kabupaten Bandung telah memiliki rintisan Sekolah Rakyat yang masih menempati lokasi pinjaman di Stadion Sijakar dengan siswa yang aktif belajar.
