Ningning berharap, dengan rampungnya pembangunan pada 2026, seluruh siswa dapat segera dipindahkan ke lokasi permanen.
“Mudah-mudahan pembangunannya bisa selesai lebih cepat, karena siswa yang sekarang masih meminjam tempat harus segera dipindahkan sebelum masa pinjaman berakhir,” katanya.
Untuk tahap awal, penerimaan siswa difokuskan pada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem melalui proses seleksi, asesmen, dan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Dari 308 pendaftar, sebanyak 150 siswa telah dinyatakan diterima.
Baca Juga:Belum Ada Lahan Permanen, Program Sekolah Rakyat di Bandung Barat Terancam TerhentiBakal Bangun Sekolah Rakyat Permanen, Dinsos Bandung Butuh Lahan 5 Hektare?
Ningning menegaskan, seluruh biaya pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Sosial, termasuk sarana pendidikan, IT, laptop, seragam, hingga kebutuhan dasar siswa.
“Pemerintah Kabupaten Bandung hanya menyiapkan lahan dan melakukan seleksi siswa. Ini adalah bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” pungkasnya.
