JABAR EKSPRES – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat meluncurkan Program Sekolah Ekspor sebagai upaya mendorong ekspor dan meningkatkan daya saing pelaku usaha, terutama UMKM. Program ini resmi dimulai pada Senin, 12 Januari 2026.
Ketua Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menjelaskan Sekolah Ekspor menjadi wadah pembelajaran komprehensif bagi pelaku usaha untuk memahami seluruh proses ekspor, mulai dari kesiapan produk, regulasi, pembiayaan, hingga akses pasar global.
“Program ini bertujuan mencetak eksportir baru yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu membawa produk unggulan Jawa Barat ke pasar internasional,” kata Almer.
Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara
Ia menambahkan, program ini juga menjadi motivasi bagi jajaran pengurus Kadin dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Potensi ekspor Jawa Barat memang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari–November 2025, nilai ekspor mencapai USD 35,45 miliar, naik 2,08 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Rinciannya, ekspor nonmigas mencapai USD 35,20 miliar (naik 2,26 persen), sementara ekspor migas sebesar USD 247,08 juta (turun 19,07 persen).
Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menambahkan peluang ekspor terbuka lebar, apalagi didukung infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan kuota ekspor yang tersedia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Sekolah Ekspor menjadi langkah nyata Kadin Jawa Barat untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, sekaligus memperluas pasar produk lokal ke tingkat internasional.
