JABAR EKSPRES – Paska penggerudukan kantor aplikasi Sensenow AI (SNAI) yang dilakukan ratusan orang nasabahnya pada Minggu (11/1/2026) lalu, kini CEO Regional SNAI Kudus, Akhmad Rifai memberikan jawaban terkait pengembalian dana yang diminta nasabahnya.
Saat menemui ratusan nasabahnya yang melakukan aksi protes tersebut, Akhmad Rifai menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan dana modal nasabahnya.
Namun pengembalian dana ini tidak berlaku untuk semua nasabahnya, melainkan hanya nasabah yang belum pernah melakukan penarikan serta yang telah melunasi dana pinjaman saja yang dananya akan dikembalikan.
Baca Juga:Kantor Aplikasi SNAI Kudus Digeruduk Ratusan Nasabah, Tuntut Pengembalian DanaTanggapan DJP Terkait Penetapan Tersangka oleh KPK pada OTT Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi di DJP
Dia juga menyebut bahwa pengembalian modal pada nasabahnya akan mulai dilakukan pada 1 Februari 2026 mendatang.
Selain menjanjikan pengembalian dana, Rifai juga menyebut bahwa dana regional SNAI Kudus yang sebelumnya tercatat ada sekitar Rp4,7 miliar kini menghilang. RIfai Mengklaim hilangnya dana tersbeut diduga akibat peretasan sistem yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab..
“Dana regional Kudus sebelumnya ada sekitar Rp4,7 miliar, namun tiba-tiba terkena hacker,” ujar Akhmad Rifai.
Lebih lanjut Rifai menjelaskan, jumlah anggota SNAI di Kudus mencapai sekitar 3.500 orang, dan sudah memiliki kantor sebagai titik pelayan, yang telah beroperasi sejak 5 Oktober 2025.
SNAI atau Sensenow AI merupakatn platform investasi yang bergerak di bidang trading sinyal. Cara kerjanya dengan skema penyertaan modal awal minimal 100 dolar Amerika Serikat tanpa batas maksimal investasi. Para nasabah dijanjikan keuntungan melalui sistem trading berbasis sinyal.
Dimana nasabah menerima sinyal trading yang diklaim berasal dari Dr. David Anderson, yang dikirim dua kali sehari, pukul 12.00 WIB dan 20.00 WIB. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata sistem tidak berjalan sebagaimana diawal, bahkan sudah mulai banyak keluhan dari para nasabahnya yang sudah tidak bisa lagi melakukan penarikan, sehingga uang yang masih ada di SNAI berpotensi hilang.
