Sekolah Rusak di Cimahi Jadi PR, Disdik Mulai Ketok Pintu Dana Pusat

Seorang pelajar SD menulis saat proses pembelajaran. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
eorang pelajar SD menulis saat proses pembelajaran. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kondisi infrastruktur sekolah dasar di Kota Cimahi masih menyisakan persoalan serius. Hingga kini, puluhan sekolah tercatat mengalami kerusakan bangunan atau kekurangan fasilitas penunjang pembelajaran.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal daerah.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sofwan Kurniawan mengungkapkan bahwa jumlah sekolah yang masih membutuhkan perhatian cukup besar.

Baca Juga:Tiket Persib vs Persija Ludes Dalam Hitungan Jam, The Jakmania Dilarang Datang!Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2

Berdasarkan pendataan internal Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 80 hingga 90 sekolah yang masuk dalam kategori perlu perbaikan.

“Sekolah yang dalam tahap perhatian Pemerintah Kota Cimahi, khususnya Dinas Pendidikan, itu sekitar 80 sampai 90 sekolah,” kata Sofwan saat diwawancarai Jabar Ekspres, Rabu (7/1/26).

Data tersebut, lanjut Sofwan, mencerminkan kondisi terkini hingga rentang tahun 2024–2025. Kerusakan yang terjadi pun beragam, mulai dari bangunan yang sudah menua, ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan, hingga keterbatasan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Di antara puluhan sekolah tersebut, Disdik Cimahi menetapkan sejumlah lokasi sebagai prioritas utama perbaikan karena tingkat kerusakannya dinilai mendesak. Salah satunya adalah Kompleks SD Cibeber 1, 2, 3, dan 4, yang kondisi bangunannya membutuhkan penanganan serius.

Selain itu, sekolah dengan jumlah siswa besar juga menjadi perhatian, seperti SDN Cipageran Mandiri 1, yang disebut memerlukan renovasi besar-besaran.

“Yang paling mendesak itu kompleks SD Cibeber 1 sampai 4, kemudian sekolah besar seperti SDN Cipageran Mandiri 1 yang bangunannya sudah harus direnovasi secara menyeluruh,” ujar Sofwan.

Tak hanya soal renovasi, persoalan lokasi sekolah juga menjadi isu tersendiri. SDN Pambudi Darma misalnya, direncanakan untuk direlokasi karena letaknya yang berdekatan dengan Tempat

Baca Juga:Tutupi 2025 dengan Syukur dan Kemanusiaan, Dirut BSI Pimpin Doa Akhir Tahun dari AcehPersib Perkuat Skuad, 1 Asing 2 Lokal Bakal Datang!

Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong. Kedekatan dengan kawasan pengolahan sampah dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar siswa.

Namun, upaya perbaikan infrastruktur sekolah tidak berjalan mudah. Keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi memaksa pemerintah untuk mencari sumber pendanaan alternatif agar kebutuhan dasar pendidikan tetap terpenuhi.

Dalam kondisi tersebut, Sofwan menyebut program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan menjadi peluang strategis yang tengah dioptimalkan Disdik Cimahi.

0 Komentar