Ketika Sejarah Nyaris Berpindah Tangan, Hotel Tjimahi yang Berusia Hampir Seabad Kini akan Dijual

Ketika Sejarah Nyaris Berpindah Tangan, Hotel Tjimahi yang Berusia Hampir Seabad Kini akan Dijual
Hotel Tjimahi yang tidak terpisahkan dari sejarah. (Mong)
0 Komentar

“Semua juga bilang jangan, sayang kalau dijual. Tapi jujur, saya sudah enggak kuat lagi. Sudah eungap lah (tidak sanggup) ya, bahasa Sundanya. Terus memang mungkin sudah waktunya,” ujar Theresia saat ditemui disudut ruangan hotel itu pada Rabu (7/1/2026).

Keputusan itu bukan diambil secara tiba-tiba. Theresia mengaku telah bergulat dengan dilema tersebut selama bertahun-tahun. Beban biaya operasional yang kian tinggi menjadi alasan utama. Selain itu, tidak ada lagi anggota keluarga yang bersedia melanjutkan pengelolaan hotel.

“Bayangkan, buat PBB saja setiap tahun minimal Rp60 juta, karena ini kawasan premium. Anak saya ada tiga, dan enggak ada yang mau nerusin. Mereka sudah punya jalan hidup masing-masing,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:Masifnya Pembangunan Perumahan Picu Banjir di Kota CimahiDi Balik Rumah Singgah Cipageran, Ini Cara Pemkot Cimahi Tata Ulang Perlindungan Warga Rentan

Ketiga anak Theresia memilih dunia yang jauh dari industri perhotelan. Dua di antaranya telah menjadi instruktur selam, sementara satu lainnya tengah menapaki jalur yang sama. Tak satu pun berminat meneruskan pengelolaan hotel berusia hampir seabad tersebut.

Beban itu semakin terasa saat pandemi COVID-19 melanda. Hotel Tjimahi terpaksa menghentikan operasionalnya. Meski demikian, Theresia memilih bertahan tanpa merumahkan para pegawai yang telah lama mengabdi.

“Waktu pandemi COVID-19 itu enggak ada yang saya rumahkan, padahal hotel tutup total. Tapi enggak ada bantuan dari pemerintah juga. Teman saya di Tangerang dapat diskon PBB sampai 30 persen. Saya ke pemkot malah didenda,” tuturnya.

Pengalaman itu masih membekas kuat. Ia mengaku tak kuasa menahan tangis ketika harus menanggung beban pajak dan operasional di tengah kondisi tanpa pemasukan.

Di saat bangunan bersejarah berhadapan langsung dengan realitas biaya dan keberlanjutan, keputusan melepas kerap menjadi jalan terakhir.

Bagi Theresia, hotel tersebut bukan sekadar aset, melainkan rumah masa kecil yang penuh kenangan keluarga.

Harapan agar Hotel Tjimahi tetap lestari pun masih ia simpan. Jika kelak benar-benar berpindah tangan, Theresia berharap bangunan bersejarah itu tidak diubah secara drastis, apalagi kehilangan identitasnya.

Baca Juga:Bahaya Judi Online Jadi Sorotan, Pengadilan Agama Kota Cimahi Perkuat PencegahanBahaya Judi Online Jadi Sorotan, Pengadilan Agama Kota Cimahi Perkuat Pencegahan

“Jujur saya berat. Perlu waktu sekitar enam tahun buat saya berpikir jual atau enggak. Sekarang saya sudah ikhlas, tapi harapannya bangunan ini jangan dirombak, atau kalau ada investor yang mau bantu, saya sangat terbuka dengan segala opsi,” ujarnya menutup. (Mong)

0 Komentar