JABAR EKSPRES – Di tengah keterbatasan sumber daya alam, Kota Cimahi menghadapi tantangan ekonomi dengan mengandalkan kekuatan sumber daya manusia. Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah karena terbukti mampu menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang menjadi binaan Pemkot Cimahi. Ribuan pelaku usaha tersebut bergerak di berbagai sektor produktif dan menjadi penyangga utama ekonomi masyarakat.
“UMKM ini adalah salah satu penyangga ekonomi masyarakat. Kita tidak punya SDA, tapi kita punya sumber daya manusia yang luar biasa,” kata Ngatiyana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga:Respons Tantangan Pengangguran, Demokrat Rumuskan Resolusi 2026 untuk Menata Ekonomi CimahiCimahi Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi, Namun Tantangan Tingginya TPT Masih Menghantui
Menurutnya, perkembangan UMKM di Kota Cimahi tidak hanya terfokus pada satu bidang usaha. Sektor kuliner, tata busana, hingga kerajinan tumbuh seiring meningkatnya kreativitas masyarakat dalam membaca peluang ekonomi.
“Pertumbuhannya tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga menyerap tenaga kerja, menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran,” tuturnya.
Ngatiyana menyadari, penguatan UMKM tidak dapat berjalan sendiri. Peran kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha masyarakat, termasuk keterlibatan dunia pendidikan.
Ia menilai, kontribusi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) cukup signifikan dalam melahirkan pelaku UMKM muda yang kreatif dan inovatif. Para pelaku usaha muda tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Citeureup, Cibeber, dan kawasan lain di Kota Cimahi.
“Potensi anak muda kita harus terus digali untuk menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Selain sektor kuliner, Ngatiyana menambahkan bahwa Cimahi juga memiliki produk unggulan di bidang kerajinan. Salah satunya adalah batik khas Cimahi yang mengangkat motif lokal dan memiliki daya saing di pasar luar daerah.
Dengan kondisi tersebut, UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi jangka pendek, tetapi juga fondasi penting bagi ketahanan ekonomi Kota Cimahi di tengah keterbatasan sumber daya alam.
Baca Juga:Ekonomi Digital Melaju, BPS Cimahi Siapkan Strategi Sensus Ekonomi 2026Wakil Wali Kota Cimahi: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Senjata Strategis Atur Investasi & UMKM
“Beberapa produk bahkan telah menembus pasar ekspor, didukung oleh kemudahan perizinan, pendampingan kemasan, dan fasilitasi akses ekspor dari pemerintah daerah,” tandasnya. (Mong)
