JABAR EKSPRES – Sejumlah wilayah terdampak bencana menunjukkan lonjakan inflasi pada Desember 2025. Termasuk Aceh, yang jadi provinsi dengan inflasi tertinggi se-Indonesia.
Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Indonesia Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026). Pudji menguraikan, tren yang cukup mengejutkan terjadi di sejumlah wilayah bencana.
Yakni Provinsi Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut). Secara m-to-m, Provinsi Aceh pada Desember 2025 menunjukkan inflasi di angka 3,60 persen. Padahal sebelumnya menunjukkan deflasi di angka 0,67 persen. “Ini Provinsi dengan inflasi tertinggi,” jelasnya.
Baca Juga:Naik Signifikan, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4,1 Juta di Nataru 2025/2026Kemenkeu Berikan Pembebasan PPh Pasal 21 bagi Pekerja Lima Sektor Padat Karya di 2026
Pudji melanjutkan, hal senada juga terjadi di wilayah Sumatera Utara. Wilayah itu mencatatkan inflasi di angka 1,66 persen, padahal di bulan sebelumnya juga menunjukkan deflasi.
Demikian halnya di Sumatera Barat, wilayah itu mengalami inflasi di angka 1,48 persen. Melonjak jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi.
Dalam publikasi Berita Resmi Statistik itu, Pudji juga menguraikan sejumlah komoditas yang menyumbangkan inflasi di sejumlah wilayah bencana itu. “Penyebab inflasi di wilayah itu memang kenaikan harga komoditas,” jelasnya.
Di Aceh misalnya, komoditas penyumbang tertinggi adalah beras. Disusul bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, telur ayam ras, lalu bawang merah.
Di Sumatera Utara, komoditas teratas adalah cabai rawit, lalu disusul bawang merah, kelapa, daging ayam ras. Sementara di Sumatera Barat teratas adalah bawang merah, lalu disusul cabai rawit dan beras.
Sementara itu secara Nasional, Indonesia pada Desember mengalami inflasi 0,64 persen secara m-to-m. Sedangkan secara y-on-y ada do angka 2,92 persen. (Son)
