Gubernur Jabar Umumkan Kondisi Kas Daerah di Puncak Tahun 2025, Penerimaan Capai Rp84 Miliar

Gubernur Jabar Umumkan Kondisi Kas Daerah di Puncak Tahun 2025, Penerimaan Capai Rp84 Miliar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kondisi keuangan daerah di puncak 2025, Kamis (1/1), Realisasi penerimaan daerah ada di angka Rp 84 miliar.

Dalam video yang juga dibagikan dalam akun medsosnya itu, realisasi penerimaan tersebut tercatat pada puncak 2025 atau pada Rabu (31/12) pukul 23.59. Peneriman ada di angka Rp 84 miliar, tepatnya Rp 84.522.017.129.

Rinciannya, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp 7,5 miliar. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 3,5 miliar. Pajak Air Permukaan Rp 279 juta. Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Rp 662 juta.

Baca Juga:Melayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha LokalPercepat Penyaluran, Purbaya Gelontorkan Rp268 Miliar untuk 3 Provinsi di Sumatra Terdampak Bencana

Kemudian DAU PPPK Rp 61,4 miliar dan retribusi serta pendapatan lain Rp 11,09 miliar.

Sementara realisasi pengeluaran ada di angka Rp 319,2 miliar, rinciannya adalah belanja pegawai Rp 73 juta, belanja barang dan jasa Rp 74 miliar.

Kemudian belanja hibah Rp 12,057 miliar, belanja modal Rp 230,9 miliar, belanja tidak terduga Rp 1,8 miliar, serta belanja bantuan keuangan desa Rp 130 juta.

Pelaporan kondisi kas daerah memang rutin dilakukan setiap hari, sejak ramai isu simpanan deposito beberapa bulan lalu.

Kini 2025 telah usai, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2026 juga telah dirancang.

Berdasarkan hasil paripurna Pada 20 November lalu, volume APBD 2026 ada di angka Rp 30,496 triliun. Dalam kesempatan itu, Wakil Pimpinan DPRD Jabar Ono Surono menjabarkan komposisi APBD 2026 setelah dibahas secara cermat oleh Badan Anggaran.

Rinciannya, pendapatan daerah berubah dari Rp 28,78 triliun menjadi Rp 30,115 triliun, atau naik sekitar Rp 1,3 triliun.

Baca Juga:Peluang UMKM Meluas, Sabun Batangan Indonesia Diborong Pengusaha Asal Taiwan Senilai Rp4 Miliar Social Butterfly

Belanja daerah juga berubah dari Rp 28,49 triliun menjadi Rp 29,829 triliun, atau naik sekitar Rp 1,3 triliun.

Sementara untuk pembiayaan daerah tidak berubah, yakni penerimaan pembiayaan Rp 380 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 666 miliar. Lalu volume APBD menjadi Rp 30,496 triliun.(son)

0 Komentar