Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Berikut Bacaan dan Waktu Paling Tepat Untuk Mengamalkannya

ILUSTRASI doa akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. (freepik)
ILUSTRASI doa akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026, banyak orang merayakannya dengan gegap gempita, padahal sudah jelas Islam melarangnya, karena tidak ada dalam ajaran Islam dan dinilai mengikuti tradisi kaum lain atau tasyabbuh.

Lalu bagaimana cara Islam mengisi malam pergantian tahun? Dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan sia-sia, tapi diganti dengan bermuhasabah dan memanjatkan doa.

Seperti apa doa akhir tahun? dan kapan waktu paling tepat untuk membacanya?

Baca Juga:Gara-gara Game Online, Istri di Depok Jadi Korban KDRT Hingga Alami Buta PermanenPentingnya Perawatan Radiator untuk Menjaga Performa Mesin

Dilansir dari laman nu.or.id, Ustadz Al Hafidz Kurniawan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan selama malam pergantian tahun dan doa-doa yang sebaiknya dibacakan.

Momen malam pergantian tahun banyak dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga dan menjalankan berbagai aktivitas, salah satu yang sering dilakukan umat Islam adalah dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Doa ini merupakan bagian dari refleksi dan harapan untuk tahun yang akan datang. Cara Membaca Doa Akhir tahun dan Awal Tahun

Doa akhir tahun dibacakan terlebih dahulu dan kemudian disusul dengan doa awal tahun. Kedua doa tersebut dapat dibaca secara bersama-sama atau berjamaah, dan bisa dipula dibaca sendirian.

Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19-20 M, tercantum doa awal dan akhir tahun tersebut.

Bacaan Doa Akhir Tahun 2025

Doa akhir tahun hendaknya dibaca sebanyak 3 kali.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

0 Komentar