JABAR EKSPRES – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengawali rangkaian agenda penutup tahun 2025 dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong, Jumat (26/12).
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan ruang refleksi kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Salat Subuh berjamaah itu diikuti oleh alim ulama, jajaran Pemkab Bogor, aparatur sipil negara, serta masyarakat.
Baca Juga:Tujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDNRidwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 Tahun
Usai ibadah, Bupati Bogor bersama jamaah melanjutkan kegiatan gotong royong membersihkan area masjid yang masih membutuhkan penyempurnaan.
“Masjid ini kami niatkan sebagai rumah bersama umat, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.
Menurut Rudy, mengawali akhir tahun dengan ibadah berjamaah dan kerja bakti merupakan ikhtiar untuk memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan pelayanan publik.
Masjid Raya Nurul Wathon tidak hanya menggelar Salat Subuh perdana, tetapi juga dijadwalkan melaksanakan Salat Jumat perdana.
“Ke depan, masjid ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan Kabupaten Bogor, termasuk doa bersama akhir tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung setelah Salat Asar,”katanya.
Kegiatan doa bersama tersebut direncanakan menghadirkan penceramah Miftah Maulana atau Gus Miftah.
Agenda ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi yang telah memimpin Kabupaten Bogor selama 10 bulan terakhir.
Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai sosial.
“Kami ingin masjid ini aktif, bukan hanya ramai saat ibadah, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap Masjid Raya Nurul Wathon dapat menjadi simbol semangat kebersamaan, spiritualitas, dan komitmen pelayanan publik menjelang penutupan tahun 2025.
