Naskah Khutbah Jumat Tentang Pentingnya Muhasabah di Akhir Tahun

ILUSTRASI Muhasabah akhir tahun.(freepik)
ILUSTRASI Muhasabah akhir tahun.(freepik)
0 Komentar

Maka dari itulah, binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.

Jamaah Sholat Jumat yang Dirahmati oleh Allah SWT:

Sebentar lagi kita akan berpisah dari tahun 2025 dan menyambut tahun yang baru 2026 dalam kalender Masehi.

Sungguh sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahsr ayat 2 bahwa, “Innal insaana lafi husr” sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

Baca Juga:Aplikasi Short Pro Klaim Penghasil Uang Resmi, Nonton Video Langsung Dapat Dolar, Benarkah Legal?BRI Region 9 Dorong UMKM Jawa Barat Go Global Lewat Pelatihan BRINSPIRING

Kita merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu dalam saban detiknya. Biarpun demikian sebagai seorang mukmin semestinya kita sudah mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah berfirman dalam QS Adz-Dzariyaat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)

Artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56).

Hadirin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah;

Sejatinya ayat di atas sangat cocok dengan keadaan kita pada saat sekarang ini. Jujur saja, jelang tahun baru tidak sedikit dari kita yang mulai ingin beruforia menyambut tahun baru 2026.

Padahal, seharusnya kita sebagai seorang hamba bisa merenung, bermuhasabah alias melakukan introspeksi diri bahwa semakin bertambah tahun maka semakin berkuranglah umur kita untuk beribadah kepada Allah SWT.

Terlebih lagi sekarang dunia tampak begitu tua. Bencana silih berganti dan terjadi di berbagai belahan dunia. Kita pun sekarang tidak lagi mengenal musim karena pada saat kemarau bisa saja terjadi banjir.

Sungguh ujian yang luar biasa bagi kita para hamba. Sebagai penduduk akhir zaman, tantangan kita menuju takwa benar-benar diuji. Tapi dari sisi tersebutlah kita bisa mengerti bahwa hidup ini hanyalah sementara dan dunia ini hanya sekadar tempat persinggahan menuju kehidupan abadi.

Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridoinya- ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku lalu berkata:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Baca Juga:Komdigi: Lonjakan Aktivitas Internet Perkuat Kebutuhan Pengawasan Ruang DigitalHonda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang

“Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.”

Ibnu Umar melanjutkan perkataannya:

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

‘Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.’ Hadis Riwayat Bukhari Nomor 5937 dalam Shahih Bukhari.

0 Komentar