JABAR EKSPRES – Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pada Senin menyampaikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat agar tidak berupaya mengambil alih wilayah Greenland. Keduanya menegaskan bahwa pencaplokan suatu negara tidak dapat dibenarkan, bahkan jika dibungkus dengan alasan keamanan internasional.
“Kami sudah menyatakannya dengan jelas sebelumnya, dan kami katakan lagi saat ini … Anda tidak boleh mencaplok suatu negara, meski dengan dalih keamanan internasional,” ujar kedua pemimpin itu dalam pernyataan bersama yang dikutip oleh penyiar nasional Denmark, DR.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip penyiar nasional Denmark, DR, kedua pemimpin tersebut menekankan bahwa Greenland sepenuhnya merupakan milik rakyat Greenland. Mereka menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk secara sepihak menguasai wilayah tersebut dan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah masing-masing negara.
Baca Juga:Bom Mobil Guncang Moskow: Jenderal Senior Rusia Tewas, Ukraina Dituding TerlibatHarga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Antam Tembus Rp 2,56 Juta per Gram
“Greenland adalah milik rakyat Greenland, dan AS tidak boleh mengambil alih begitu saja Greenland,” kata mereka..
Frederiksen juga mengungkapkan melalui media sosial bahwa situasi ini terasa ironis, mengingat Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu lama Denmark. Namun, menurutnya, negara sekutu tersebut kini justru memberikan tekanan politik yang tidak dapat diterima.
Pernyataan keras Denmark dan Greenland muncul sebagai respons atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk urusan Greenland.
Setelah penunjukan tersebut, Landry kembali menegaskan keinginan pemerintah AS untuk membawa wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark itu ke dalam kekuasaan Amerika Serikat.
Perkembangan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Denmark. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, mengaku sangat terkejut dengan pernyataan utusan khusus AS tersebut.
Ia menyatakan akan memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Kopenhagen guna meminta klarifikasi resmi terkait sikap Washington.
Presiden Trump sendiri dalam berbagai kesempatan berulang kali menyampaikan pandangannya bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali Amerika Serikat. Ia beralasan posisi strategis Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS serta pertahanan “dunia bebas”, terutama dalam menghadapi pengaruh China dan Rusia.
