Adib menilai, selama Bandara Husein tidak aktif, Bandung mengalami penurunan daya saing dibanding kota-kota lain yang memiliki bandara aktif dan dekat pusat kota. Kondisi ini berpengaruh pada keputusan investor, penyelenggara event, hingga pelaku usaha lintas daerah.
“Dalam ekonomi regional, kota itu saling bersaing. Jika akses ke Bandung lebih sulit, maka investor atau event akan memilih kota lain. Reaktivasi Husein membantu Bandung kembali kompetitif,” jelasnya.
Ia mencontohkan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang sangat bergantung pada kemudahan akses. Menurutnya, kembalinya penerbangan ke Husein membuka peluang Bandung kembali menjadi destinasi utama event nasional.
Baca Juga:Kesabaran Berbuah Gol, Ramon Tanque Menjelma Jadi Bomber MematikanWiliam Marcilio Tutup Bab di Persib dengan Sikap Hormat dan Syukur
Meski demikian, dirinya mengingatkan bahwa manfaat ekonomi tidak akan otomatis berkelanjutan tanpa kebijakan pendukung. Ia menilai konsistensi rute, kepastian jadwal, dan integrasi transportasi menjadi faktor krusial.
“Kalau rute hanya sebentar lalu berhenti lagi, dunia usaha akan ragu. Ekonomi membutuhkan kepastian, bukan euforia sesaat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan maskapai agar permintaan dan suplai penerbangan bisa seimbang.
Dalam konteks pemulihan ekonomi pascaperlambatan global dan nasional, Adib melihat reaktivasi Bandara Husein sebagai momentum strategis yang harus dimaksimalkan.
“Bandung tidak punya basis industri berat. Kekuatan ekonominya ada di jasa, kreativitas, pendidikan, dan pariwisata. Semua sektor itu sangat bergantung pada mobilitas manusia,” ujarnya.
Menurutnya, jika dikelola dengan pendekatan ekonomi yang tepat, Bandara Husein Sastranegara dapat kembali berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi kota, bukan sekadar fasilitas transportasi.
“Bandara ini bisa menjadi mesin ekonomi. Tapi syaratnya jelas: konsistensi, perencanaan jangka panjang, dan orientasi pada kepentingan ekonomi kota secara menyeluruh,” pungkas Adib.
Baca Juga:PWNU Jabar dan 27 PCNU Tegaskan Sikap, Dorong Islah dan Jaga Marwah PBNUJawa Tengah Terbang Tinggi, Rute Penerbangan Baru Picu Investasi dan Kunjungan Wisata
Dengan pembukaan kembali rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, para ekonom menilai Bandung memiliki peluang besar untuk memperkuat struktur ekonominya, meningkatkan daya saing regional, serta memperluas dampak pertumbuhan yang lebih merata bagi masyarakat.
