Kertajati Disiapkan Jadi Bandara Utama Jabar, Pemkot Bandung Siapkan Rute Baru dari Husein

Ilustrasi: Pesawat ATR 72-600 milik Wings Air mendarat di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Ilustrasi: Pesawat ATR 72-600 milik Wings Air mendarat di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah memperjuangkan peningkatan konektivitas transportasi udara melalui pembukaan rute penerbangan baru, termasuk rencana penerbangan Bandung-Yogyakarta.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendidikan. Pemkot Bandung juga mendukung kebijakan pemerintah pusat yang mengarahkan Bandara Kertajati sebagai bandara utama di Jawa Barat

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan rute Bandung-Yogyakarta saat ini masih dalam tahap perjuangan.

Baca Juga:Kesabaran Berbuah Gol, Ramon Tanque Menjelma Jadi Bomber MematikanWiliam Marcilio Tutup Bab di Persib dengan Sikap Hormat dan Syukur

“Mudah-mudahan penerbangan Bandung-Yogyakarta International Airport di Kulonprogo yang sedang kita perjuangkan. Tapi harus menggunakan pesawat ATR, tidak boleh pesawat jet,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (22/12).

Selain itu, Farhan menyampaikan bahwa optimalisasi bandara utama menjadi prioritas sebelum bandara lain beroperasi penuh.

“Kami bersama-sama mengupayakan agar Bandara Kertajati menjadi bandara utama di Jawa Barat,” ungkapnya.

Instruksi Presiden sudah jelas, kata Farhan, bandara utama dioptimalkan terlebih dahulu. Lalu selanjutnya, bandara kedua bisa beroperasi penuh.

Farhan menyebut pengembangan penerbangan didasarkan pada dua prinsip utama, yakni konektivitas dan mobilitas. Ia menilai kedua prinsip tersebut berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi.

“Prinsipnya ada dua, pertama konektivitas dan kedua mobilitas. Kalau dua ini tercapai, insyaallah akan memancing kegiatan ekonomi, baik dari perdagangan, pendidikan, maupun pariwisata,” tuturnya.

Pemkot Bandung juga berharap penambahan jadwal penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Solo dan Semarang dapat memperkuat konektivitas antardaerah.

Baca Juga:PWNU Jabar dan 27 PCNU Tegaskan Sikap, Dorong Islah dan Jaga Marwah PBNUJawa Tengah Terbang Tinggi, Rute Penerbangan Baru Picu Investasi dan Kunjungan Wisata

“Kita harapkan dengan adanya penambahan penerbangan dari Husein ke Solo dan Semarang, konektivitas dan mobilitas meningkat, sehingga perdagangan, pendidikan, dan wisata juga ikut naik,” ujar Farhan.

Dia mencontohkan sistem transit sebagai kemudahan mobilitas bagi masyarakat dan pelaku industri.

“Misalnya untuk ke Surabaya, bisa transit dulu di Solo sebentar lalu lanjut ke Surabaya. Begitu juga yang mau ke Denpasar, bisa transit di Semarang, satu setengah jam kemudian sudah langsung berangkat,” katanya.

0 Komentar