Libur Panjang Nataru, Aparat Gabungan Perketat Pengamanan di Cimahi dan Bandung Barat

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat Meninjau Kesiapan Pasukan Pengamanan Jelang Nataru di Mapolres Ci
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat Meninjau Kesiapan Pasukan Pengamanan Jelang Nataru di Mapolres Cimahi (mong)
0 Komentar

“Kami bagi tiga jumlahnya 66, itu kami bagi tiga di wilayah Utara. Karena untuk tempat wisata itu paling banyak sekarang di Utara, dari mulai Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Itu kurang lebih ada 22 personil di luar anggota pos pam dan yang lainnya. Dan juga ada 10 anggota Raimas yang mengendarai kendaraan yang mobilitas tinggi untuk bisa melancarkan,” jelas Niko.

Tidak hanya kawasan wisata alam, kawasan Padalarang juga menjadi perhatian serius aparat keamanan. Kehadiran Stasiun Whoosh Padalarang sebagai salah satu simpul transportasi penting diperkirakan akan meningkatkan arus penumpang selama libur panjang ini. Aktivitas penumpang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) diprediksi meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

“Ya tentunya semakin meningkat ya, apalagi dengan adanya KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) yang saat ini. Pada dasarnya dengan transportasi yang ada dimiliki di Polres Cimahi, dari mulai Stasiun Cimahi, Stasiun Padalarang maupun KCJB, kami harus siap untuk bisa memberikan pelayanan seperti yang tadi kami sampaikan,” kata dia.

Baca Juga:Kemiskinan Ekstrem di Jabar: Data BPS Belum Update!Jutaan Warga Jabar Masih Melarat, Dedi Mulyadi Tak Punya Program Konkret atasi Kemiskinan?

Di luar pengamanan aktivitas masyarakat, Polres Cimahi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat wilayah Cimahi dan Bandung Barat rawan terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan jalur wisata.

Untuk itu, koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan agar respons terhadap potensi bencana dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

“Kaitan dengan kaitan masalah bencana tentunya kita sudah melaksanakan Rakor Linsek (dapat koordinasi lintas sektor), dengan provinsi yaitu juga dihadirkan dari BMKG maupun dengan stakeholder terkait,” ucap Niko menutup. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar