JABAR EKSPRES – Penemuan benda mencurigakan yang diduga bom di kawasan Pasar Kosambi, Kota Bandung, menjadi alarm serius bagi aparat dan pemerintah daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta kepolisian memperketat pengamanan, khususnya di rumah ibadah dan kawasan wisata di seluruh wilayah Jawa Barat.
Pernyataan itu disampaikan Erwan usai mendapat laporan penemuan benda diduga bom di depan Pasar Kosambi pada Jumat, 19 Desember 2025.
Baca Juga:Pengelola Glamping Likeside Pastikan Sudah 98 Siap Layani Para Wisatawan Selama NataruJelang Nataru, Bandara Husein Buka Rute Bandung-Semarang
Menurutnya, kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya potensi kerawanan keamanan menjelang Nataru.
“Saya sudah sampaikan langsung kepada Pak Kapolda agar pengamanan rumah ibadah dan tempat-tempat wisata diperketat,” ujar Erwan saat ditemui di Lembang, Minggu (21/12/2025).
Ia berharap, benda yang ditemukan tersebut tidak menimbulkan dampak berbahaya. Namun demikian, Erwan menegaskan bahwa langkah antisipasi tetap harus dikedepankan demi menjamin rasa aman masyarakat.
“Mudah-mudahan tidak membahayakan, tetapi kita semua harus tetap waspada,” katanya.
Erwan mengakui, potensi ancaman terorisme dan intoleransi di Jawa Barat masih cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
Ia menyinggung langkah pemerintah provinsi yang belum lama ini mencabut baiat terhadap 280 orang mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) sebagai bukti nyata bahwa upaya pencegahan radikalisme terus dilakukan.
“Kita harus terus mewaspadai ancaman radikal seperti ini karena dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwan menjelaskan bahwa arahan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama Nataru telah disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah. Arahan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama Kapolda Jawa Barat.
Baca Juga:Pangdam III/Siliwangi Tinjau Langsung Kesiapan Pengamanan Nataru dan Infrastruktur Vital di CiamisIndosat Percepat Ekspansi 5G Berbasis AI di Jawa Barat, Jaringan Disiapkan Hadapi Lonjakan Trafik Nataru
Menurutnya, pengamanan tidak boleh bersifat parsial. Selain rumah ibadah, aparat juga diminta meningkatkan pengawasan di jalur-jalur wisata, pusat keramaian, serta ruas jalan arteri yang diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.
“Pengamanan ini mencakup semua wilayah. Tidak hanya fokus di satu titik, tetapi menyeluruh, termasuk jalur wisata dan pusat-pusat keramaian,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat kondusivitas dan toleransi antarumat beragama, Pemprov Jabar juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
