JABAR EKSPRES – Upaya meningkatkan kapasitas lembaga kelurahan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, dan kebersamaan terus dilakukan Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah. Salah satunya melalui gelaran Setiamanah Eco Festival 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Setiamanah, Minggu (14/12/2025).
Tak sekadar menjadi ajang kebersamaan warga, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada 21 penerima Pejuang Sampah Teladan (Pesat) Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada para pegiat lingkungan yang dinilai berprestasi dan konsisten berkontribusi dalam pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Setiamanah.
Lurah Setiamanah, Atep Kahma Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari inisiatif untuk mengapresiasi para petugas sampah yang telah menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Inisiatif tersebut kemudian dikaitkan dengan pelaksanaan Setiamanah Eco Festival.
Baca Juga:Tekan Pengangkutan ke TPA, Cimahi Pasang Target 60 Persen Sampah Tertangani di Setiap Wilayah pada 2026Hujan Deras Tutup Intake BLUD Cimahi: Suplai Air Baku Sempat Terhenti Akibat Sedimen dan Sampah
“Harapannya, melalui kegiatan ini seluruh warga bisa memahami bahwa sampah itu sebenarnya bukan masalah. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita mengelolanya,” ujar Atep saat ditemui Jabar Ekspres di sela kegiatan.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Dengan cara itu, sampah tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
“Bagaimana kita bisa memilah sampah dari rumah, sehingga sampah tidak berdampak ke lingkungan yang lain,” lanjutnya.
Atep juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Wali Kota Cimahi dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman, aman, bersih, dan asri. Pada kesempatan tersebut, pihak kelurahan memberikan apresiasi kepada seluruh petugas sampah di wilayah Setiamanah.
“Bentuknya berupa piagam penghargaan dan sedikit bantuan dari UPZ Kelurahan. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat, karena petugas sampah memang perlu kita apresiasi. Itu tujuan dari kegiatan Eco Festival hari ini,” bebernya.
Terkait tantangan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, khususnya dalam mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah, Atep mengakui hal tersebut tidak mudah. Apalagi, TPS Setiamanah masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
“Namun alhamdulillah, para petugas sampah mau ikut terlibat dalam pengolahan sampah. Sesuai jadwal, mereka melakukan pilah sampah H-1 sebelum dibuang ke TPS,” katanya.
